“Mereka bilang kalau badannya jadi lebih enak digerakkan, makan juga lahap. Namun, kalau diminum bagi orang yang tidak terpapar atau sehat-sehat saja, ya layaknya minum jamu pada umumnya, ada rasa hangat. Itu uniknya,” kata Mbah Mamik.
Selain di Kota Kediri, GSLK juga memberikan edukasi cara meracik ramuan jamu pada warga di sekitar Kota Kediri. Hal ini dilakukan karena wedang ini tidak diperjualbelikan sehingga warga bisa mandiri menyediakan ramuan jamu di rumahnya masing-masing.
Salah satunya pada Jumat (13/08) sore, Mbah Mamik dan Pasukan GSLK datang ke Desa Joho, Kecamatan Wates, untuk mengedukasi warga cara meracik wedang dari awal hingga akhir. Acara tersebut juga dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Kediri, KH. Muhammad Makmun atau biasa disapa Gus Makmun.
Komposisi 1 liter wedang Nglaban ini terdiri dari 20 lembar daun milwo atau daun buah srikaya, 2 lembar daun jambu air, dan daun pandan 1 lembar. Daun buah srikaya pun diusahakan dari jenis srikaya lokal untuk khasiat lebih maksimal.










