Perampok Bank Rp 25 M dan Polisi yang Mengejar Bertetangga

Perampok Bank Rp 25 M dan Polisi yang Mengejar Bertetangga Dahlan Iskan

Thomas ingin mengujinyi: kalau benar-benar cinta, Si Cantik tentu tidak akan mengajak polisi.

Thomas memata-matai kuburan itu. Ia naik mobil mewah Rolls-Royce. Mendekati lokasi. Ia lihat Si Cantik ternyata mengerahkan polisi. Thomas pun kecewa. Ia melarikan Rolls-Royce-nya ke bandara. Si Cantik mengejar. Agak telat. Ketika Si Cantik tiba di landasan, Thomas sudah menaiki tangga pesawat. Rolls-Royce-nya ditinggalkan begitu saja.

"Ambil mobil itu," kata Thomas. Pesawat pun melaju di landasan pacu.

Uang hasil rampokan ada di mobil itu.

Si Cantik hanya bisa memandangi pesawat yang melaju di langit biru dengan mata berkaca-kaca.

Lokasi pembuatan film itu di daerah Lynnfield, dekat Boston. Di situ tinggal seorang warga yang hidup sederhana dan baik hati: Thomas Randele. Ia punya istri dan satu anak perempuan. Pekerjaannya: bagian pemasaran sebuah industri mobil. Ia juga jadi salah satu pengurus kegiatan golf di Boston.

Enam bulan lalu, Mei 2021, Thomas Randele meninggal dunia. Ia sakit kanker paru. Saat meninggal umurnya 71 tahun.

Pekan lalu, media di Amerika dapat berita besar: Thomas Randele itulah John Conrad. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Artikel Berjudul Mayat Ovo

C. Okie

Isteri itu lebih jago dari KPK dalam hal melacak uang suaminya

Robban Batang

Nunut komen, 'Uang sitaan dikuasai negara '. d.h.i. KaPolda,Kepala Polisi Dapur.

Leong Putu

Selempitan. Pasti ada yang kenal istilah ini. Adalah cara menyembunyikan uang dari pantauan istri (kalau saya). Seringnya di dompet. Di selah2 dompet yang banyak sekatnya itu. Dimasuki uang yang sudah dilipat sekecil mungkin. Ada pecahan 20ribu atau 50ribu. Agar yang tampak cuma uang di kantong utama. Selempitan saya gak banyak. Rekor cuma 600ribuan. Tapi seneng aja. Tujuan selempitan macam2, tapi paling umum untuk me time. Wkwkwkwk... Itu dulu. Sekarang gak lagi. Sejak saya lupa mengeluarkan dompet dari celana. Langsung masuk mesin cuci. Sore hari saat pulang kerja. Saya lihat dompet saya dijemur, dan ada tulisan : Uang sitaan dikuasai negara. Apvessssss vouuuul...... Namun saat ini ada E-wallet. Saya bisa bikin selempitan lagi. Saya gak pakai OVO. Namun yang satunya. Agar gak ketahuan. Aplikasinya saya masukkan folder yang isinya banyak folder gak aktif.... Agar lolos pantauan istri... wkwkwkwk Tapi sayang, ATM sudah terlanjur dipegang istri. Semua gaji masuk ke situ. Hiks hiks hiks....

pembelajar

OJK yang membunuh mayat tersebut. Jadi teringat cerita kebakaran di suatu rumah sakit. Kebakaran besar di bagian kamar jenazah. Ada beberapa korban. Lima jenazah tewas, dan dua jenazah berhasil melarikan diri.

Kadang eling kadang lali

Setahu saya yg sudah mati itu "OfO"" rental sepeda Listrik yg sdh mendunia tapi banyak sekali yg rusak , akhirnya dijual $1 per unitnya .

Doyan utang

saya baca komen terbaik artikel kemarin. saya sarankan Abah jangan nulis tentang duruan lagi . komennya gak uuenak, gak seenak makan durian.

trio N

Ovo sudah mati terus jenasahnya di bunuh lagi sama ojk,kemudian dikubur ojk dengan pemakaman standart covid 19. Kasihan tetangganya tidak bisa melayat. Bener bener sadis froh.....

Mbah Mars

Vagi-vagi baca artikel Vak DI mantan bos Jawa Vos. Temanya vembunuhan Ovo. Vikiran bingung mau komen ovo ? Vokoknya vusing dech. Sruvutttttt kovi vanas aja...

padas gempal

Saya juga gak vunya, pak Mirza. Domvet yang di saku saja gak ada isinya... Kata teman saya," iki domvet ovo kovyah, kok vodo-vodo gak onok isine? vkvkvkvk