PCNU Nganjuk: Draft Perampingan Struktur Pengurus NU Mirip Syiah Imamiyah

PCNU Nganjuk: Draft Perampingan Struktur Pengurus NU Mirip Syiah Imamiyah Rais Syuriah PCNU Nganjuk, Kiai Ahmad Baghowi (depan paling kanan).

Ia lantas menunjukkan sejumlah fakta tentang bahaya Syiah di beberapa negara dibanding komunis, terutama di Iran dan Rusia (dulu Uni soviet).

''Di Iran (negara Syiah), masjid–masjid kaum Ahlussunnah wal Jama'ah sudah dimusnahkan semua, dan bahkan imam-imam dan tokoh-tokoh sunni sudah dibantai semua. Bandingkan dengan Rusia (negara komunis), masjid-masjid Sunni dan imam-imam serta tokoh-tokoh sunni alhamdulillah masih dilindungi oleh negara Rusia,'' paparnya.

Apa yang disampaikan Kiai Ali Musthafa Ya’qub tampaknya bukan tanpa dasar. Menurut mantan pengikut Syiah, Ustadz Roisul Hukama, "persiapan revolusi" seperti terjadi di Iran, juga tengah dipersiapkan Syiah di Indonesia. “Itu cita-cita, jelas sekali,” tandasnya kepada para wartawan. Rencana itupun tengah dimatangkan dengan berbagai tahapan. Salah satunya, “menanam kader-kader Syiah di berbagai Ormas dan Pemerintahan.“

“Harus dikuatkan dulu dengan cara, orang-orang Syiah ditanam dimana-mana. Mereka semua ada di Ormas, Pemerintahan, dan juga Partai Politik,” beber pria yang juga mantan penasehat IJABI Sampang ini.

Menurut dia, konspirasi yang tengah disiapkan di Indonesia bagian dari sebuah konspirasi berkala global. Syiah Indonesia sedang berupaya membuat lembaga yang disebut : “Marja al-Taqlid, sebuah institusi kepemimpinan agama yang sangat terpusat,“

Dr Jalaluddin Rakhmat (Kang Jalal), Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) ketika mengomentari kasus Sampang juga sempat mengancam.

“Saya kira kelompok Syiah tidak “sebagus”kelompok Ahmadiyah, kita adalah sebuah kelompok keagamaan yang mendunia, jadi berbeda dengan kelompok Ahmadiyah yang menyambut pukulan yang mematikan itu dengan senyuman. Orang-orang Syiah pada suatu saat tidak akan membiarkan tindakan kekerasan itu terus menerus terjadi,“ tegas Kang Jalal yang kini anggota DPR RI dari PDIP ini.

“Karena buat mereka (penganut Syiah), mengorbankan darah dan mengalirkannya bersama darah Imam Husein adalah satu mimpi yang diinginkan oleh orang Syiah. Saya tidak bermaksud mengancam ya tapi apakah kita harus memindahkan konflik Sunni-Syiah dari Iraq ke Indonesia ? Semua itu berpulang pada pemerintah,” ucapnya.

"Karena untuk pengikut Syiah, mengucurkan darah bagi Imam Husein adalah sebuah kemuliaan," ujar Kang Jalal seperti dikutip berbagai media, termasuk Tempo.com edisi 29 Agustus 2012.

Karena itu wajar jika para Rais Syuriah NU kini banyak yang miris dengan Syiah, termasuk Kiai Ahmad Baghowi. Kiai yang sangat energik ini minta agar para Muktamirin hati-hati dalam memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Lalu siapa figur yang bisa dipercaya menjaga Aswaja An-Nahdliah? Kiai Ahmad Baghowi menyatakan KH A Hasyim Muzadi.

”Kiai Hasyim Muzadi yang paham NU dan selalu peduli dan memperhatikan NU. Kiai Hasyim sudah sangat berpengalaman mengurus NU,” tegasnya. Lalu bagaimana dengan figur calon Rais Am yang lain, Kiai Ahmad Baghowi menukas, “Kalau itu saya belum tahu persis,” katanya.

Begitu juga soal Ketua Umum PBNU. Kiai Ahmad Baghowi berharap para kiai selektif untuk menentukan pilihan. Ia mengaku setuju dengan KH Ir Salahuddin Wahid (Gus Solah) yang kini menjadi pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang. “Gus Solah itu cucu Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. Gus Solah tak mungkin merusak tanaman yang telah ditanam kakeknya,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Dihadang Petugas, Caketum PBNU Kiai As'ad Ali dan Kiai Asep Jalan Kaki ke Pembukaan Muktamar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO