Salah satu Ofisial Maluku FC saat memberi keterangan kepada wartawan. foto: ist.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pertandingan babak 32 besar Grup W Liga 3 Nasional yang mempertemukan persedikab-kediri" rel="tag">Persedikab Kediri vs Maluku FC di Stadion Brawijaya Kota Kediri berakhir ricuh, Kamis (17/2).
Kericuhan terjadi di tambahan waktu babak kedua usai Persedikab mencetak gol yang membuat kedudukan menjadi 3-2.
BACA JUGA:
- Jembatan Kaliombo I Tutup Total hingga Desember 2026, Dishub Kota Kediri Siapkan Rekayasa Lalin
- Ellya Destiara Permata, Nahkoda Baru Parfi Kediri yang Seorang Jurnalis
- Wali Kota Kediri Jelaskan 3 Raperda, dari Jalanan hingga Cadangan Pangan
- Rumah Kerap Bocor, Nenek 76 Tahun di Kota Kediri Terima Bantuan Bedah Rumah Rp20 Juta
Wasit yang memimpin pertandingan tiba-tiba menjadi sasaran amuk para pemain dan ofisial Maluku FC. Mereka bersama-sama mengejar pengadil lapangan ke arah utara, termasuk para pemain yang ada di bangku cadangan.
Polisi dan TNI yang mengamankan laga pun langsung berupaya menyelamatkan wasit dari amukan.
Diduga, para pemain dan ofisial Maluku FC mengamuk karena tidak puas dengan kepemimpinan wasit. Pasalnya, wasit tak kunjung meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, meski tambahan waktu empat menit yang diberikan sudah selesai.
Hal itu membuat Persedikab berhasil mencetak gol untuk memastikan kemenangan 3-2.
Tak hanya menyerang wasit, pemain Maluku FC juga merusak fasilitas Stadion Brawijaya. Petugas keamanan harus berusaha keras menenangkan pemain Maluku FC, namun mereka masih emosi.
Dalam kericuhan itu, seorang wartawan TVRI bernama Canda Adi Surya turut menjadi korban pemukulan Ofisial Maluku FC.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




