SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Lapas dan Rutan Surabaya melakukan penggeledahan kamar hunian warga binaan. Pengamanan ditingkatkan guna mengantisipasi euforia saat akhir pekan.
"Kondisi di dalam lapas masih dipengaruhi kondisi di luar lapas, karena budaya saat mereka di luar masih terbawa," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Timur (Jatim), Wisnu Nugroho Dewanto, Sabtu (20/2) malam.
Baca Juga: 11 UPT Jatim Borong Penghargaan di Refleksi Akhir Tahun 2024 Kementerian Hukum dan HAM
Kanwil Kemenkumham Jatim meminta agar petugas lebih ketat untuk mengantisipasi terjadinya kegiatan yang tidak perlu. Mengingat, penghuni lapas/rutan yang mayoritas berasal dari kota besar seperti Surabaya Raya.
Apalagi, lanjut Wisnu, dua UPT Pemasyarakatan di Jatim itu mengalami overkapasitas. Saat ini, Lapas Surabaya di Porong dihuni sekitar 2.039 orang dari kapasitas 1.000 orang dan Rutan Surabaya di Medaeng dihuni 1.250 orang dari kapasitar 504 orang.
"Kondisi ini membuat kondisi keduanya lebih rentan dan berisiko," ujarnya.
Baca Juga: Wamenko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Serukan Kolaborasi untuk Membangun Negeri
Kendati demikian, ia menjamin bahwa penggeledahan masih mengutamakan kenyamanan dan keamanan warga binaan. Dengan demikian, proses penggeledahan yang bersifat insidental itu dapat diterima dan berjalan kondusif.
"Kami juga berkerja sama dengan Bhabinkamtibmas Polsek dan Babinsa Koramil sebagai bentuk transparansi," tuturnya.
Menurut Kepala KPLP Lapas Surabaya, Gatot Harisaputro, selain dilakukan penggeledahan barang-barang berbahaya, petugas pun mengecek kondisi kamar hunian. Hal ini untuk mengantisipasi apabila ada warga binaan yang melakukan pengerusakan bangunan.
Baca Juga: Imigrasi Malang Raih Penghargaan WBBM dari Kemenpan RB
"Dari sini kita bisa deteksi bila ada yang merencanakan kabur dari lapas," ucap Gatot.
Sementara itu, Kepala KPR Rutan Surabaya, Deri Prihandoko, menyebut pihaknya sengaja menggelar penggeledahan di Blok J menjelang tengah malam agar petugas bisa mendapatkan gambaran kondisi hunian yang lebih apa adanya sekalian membenahi instalasi listrik guna mencegah kebakaran dari korsleting listrik. (cat/mar)
Baca Juga: Peserta Seleksi CPNS Kemenkumham Jatim Tunjukkan Bakat dan Keterampilan saat Tes WPFK
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News