Suasana saat penyampaian LKPJ 2021 saat rapat paripurna di DPRD Kabupaten Pasuruan.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, menyampaikan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2021 secara virtual di hadapan dewan, Senin (21/3) kemarin.
Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasuruan pada 2021 tidak terpengaruh banyak oleh pandemi Covid-19. Justru mengalami peningkatan yang relatif stabil.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Bupati Pasuruan Sampaikan LKPJ 2025 di Sidang Paripurna DPRD
- UMKM Pasuruan Naik Kelas: Komisi II Kawal Digitalisasi Pasar dan Bantuan Modal Pemuda-Perempuan
- Walkot Pasuruan Gelar Bukber Tokoh Agama, Tegaskan Komitmen Peningkatan Potensi Kota dan RPJMD
Tren peningkatan ekonomi Kabupaten Pasuruan sebesar 4,34 persen. Namun, kata Gus Irsyad, angka pertumbuhan ekonomi tersebut masih di bawah level Jawa Timur yang mampu mencapai 7,07 persen
Menurutnya, hal itu karena Pemkab Pasuruan masih melakukan pemulihan ekonomi pascapenurunan pada 2020 yang terkontraksi atau minus 2,03 persen.
"Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi kita naik, meskipun masih di bawah Jawa Timur. Ya, karena memang kita masih dalam tahap pemulihan akibat dampak pandemi yang memukul banyak sektor," ujarnya.
Ia memaparkan, struktur perekonomian Kabupaten Pasuruan sementara berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2021 yang menunjukkan kontribusi lima lapangan usaha terbesar. Yakni industri pengolahan sebesar 58,97 persen; kontruksi sebesar 11,94 persen; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 9,25 persen; pertanian, kehutanan, dan perikanan 6,78 persen; serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 3,47 persen.






