Sapi adalah hewan berkuku genap yang rentan tertular penyakit mulut dan kuku (PMK). foto: ist.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Meski di sejumlah daerah sudah ditemukan penyakit mulut dan kuku (PMK), sejauh ini di Kabupaten Kediri belum ada hewan ternak yang terjangkit penyakit tersebut.
Hal ini disampaikan Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, drh Yhuni Ismhawati, Minggu (8/5/2022).
BACA JUGA:
- Nama Tunggal di SK, Rais Aam Putuskan Lokasi Munas-Konbes NU di Ponpes Alfalah Ploso Kediri
- Libur Panjang Iduladha, Stasiun Kediri Layani Lebih dari 13 Ribu Penumpang
- Puskesmas Tiron Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp1 Miliar
- Antisipasi Kepadatan Kaliombo, Dishub Kota Kediri Siagakan Petugas dan Pantau Arus Lalin Lewat ATCS
Yhuni menyebut sampai saat ini Kabupaten Kediri masih aman dari PMK. "Hingga saat ini DKPP masih belum mendapatkan laporan adanya kasus PMK yang ditemukan di wilayah Kabupaten Kediri," katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan langkah antisipatif, agar penyakit ini tidak sampai merebak di Kabupaten Kediri.
"Kita sudah bersiap melakukan beberapa upaya pencegahan, yakni dengan melakukan koordinasi dengan pihak terkait dengan adanya kasus PMK ini. Meningkatkan kewaspadaan dini, terutama untuk petugas di lapangan," terangnya.
DKPP juga sudah melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada para peternak, pedagang hewan, dan jagal.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




