Alokasi Anggaran Tiap Tahun Tinggi Tapi IPM Tetap Rendah, Grapeksi Minta Kadisdik Bangkalan Digeser

Alokasi Anggaran Tiap Tahun Tinggi Tapi IPM Tetap Rendah, Grapeksi Minta Kadisdik Bangkalan Digeser Grapeksi saat audiensi dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangkalan, Senin (13/6/2022).

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Miris, alokasi anggaran yang besar untuk tidak mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Zikir dan Selawat. Padahal, rata-rata setiap tahunnya dianggarkan Rp600 miliar.

Hal itu disampaikan Imam Panthor, Ketua Gerakan Pengamat Kebijakan Publik dan Demokrasi () saat audiensi dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangkalan, Senin (13/6/2022).

"Besarnya anggaran Dinas Pendidikan tidak berbanding lurus dengan . Miris berada di posisi degradasi dan terpuruk se-Jawa Timur, dan juga masih banyak kondisi infrastruktur sekolah yang kondisinya buruk," ujar Imam.

Ia meminta banggar mengusulkan kepada R Abdul Latif Imron Amin agar lokomotif dinas pendidikan (disdik) digeser. Apalagi sudah lama menjabat, bisa saja sudah jenuh sebagai nahkoda selama ini.

"Karena anggaran yang digelontorkan ke Dinas Pendidikan setiap tahunnya mencapai rata-rata Rp600 miliar per tahun," ungkapnya.

Selain itu, ia berharap jeli dan selektif terhadap RAPBD di tahun-tahun mendatang, khususnya yang diusulkan oleh dinas pendidikan.

"Banggar mengunakan fungsi kontrolnya terhadap eksekutif, khususnya untuk Dinas Pendidikan. Untuk anggaran ke depan, tidak mudah meloloskan apa yang dianggarkan oleh ," tegasnya

Ia juga meminta ke Komisi D agar mampu mengontrol anggaran , karena diberikan anggaran (APBD) yang besar hampir 30 persen.

Simak berita selengkapnya ...