"Kita belum menyediakan sistem keamanan yang menyangkut prosedur dan pencegahan dan penanggulangan yang berdampak buruk terhadap siber kita. Kami sudah dapat membentuk tim tanggap siber CSIRT untuk menanggapi laporan, deteksi keamanan, dan pencegahan keamanan siber di lingkungan Pemkab Mojokerto,’’ imbuhnya.
CSIRT ini memberikan layanan reaktif yang meliputi pemberian peringatan siber dan penanggulangan dan pemulihan insiden siber, penanganan kerawanan dan penanganan artifak. Layanan proaktif meliputi audit atau pelayanan keamanan, layanan manajemen. Manajemen kualitas keamanan meliputi analisis resiko, edukasi dan pelatihan.
Bupati Ikfina Fahmawati dalam sambutannya mengatakan bahwa data dan informasi menjadi aset penting bagi pemerintah di era digital. Ia berujar, data menjadi unsur penting dalam proses perencanaan, pembangunan, dan pengambilan kebijakan strategis di Kabupaten Mojokerto.
“Pemkab Mojokerto berkomitmen mewujudkan big data yang diwujudkan dalam pengembangan digital. Terbentuknya CSIRT ini diharapkan mampu menjaga kerahasiaan, integritas kerja serta ketersediaan data informasi yang dikelola oleh Pemkab Mojokerto,” ujarnya.
Bupati berharap, Mojokertokab CSIRT bakal semakin professional dan berfungsi sebagaimana fungsinya. Didukung peningkatan kapasitas SDM-nya dan memiliki kemampuan yang harus dapat merespons di tengah kemajuan ilmu komunikasi yang pesat .
“Kita butuh keamanan dalam proses bisnis di dunia virtual,” pungkasnya.
Acara peluncuran program keamanan ini ditutup dengan deteksi sidik tangan bupati dan BSSN, Ikfina turut memberikan sejumlah cinderamata pada badan negara tersebut. CSIRT menyediakan layanan pengaduan di email csirt@mojokertokab.go.id atau ke Diskominfo telp (0321) 391268. (adv/nin/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






