Gubernur Khofifah saat melantik Abul Chair sebagai Kalan BPKP Jatim.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah melantik Abul Chair sebagai Kepala perwakilan (Kalan) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (13/1/2023). Abul resmi memimpin BPKP Jatim menggantikan Alexander Rubi Satyoadi berdasarkan SK Kepala BPKP Nomor KP.01.03/KEP-523/K/SU/2022.
"InsyaAllah Abul Chair mampu menahkodai BPKP Jatim yang memiliki fungsi pelayanan dan menjaga keberlangsungan fungsi pengawasan atas akuntabilitas keuangan dan pembangunan di Jawa Timur," kata Khofifah.
BACA JUGA:
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
- Goes To Campus UAC, Gubernur Lemhanas: Dari Rahim Pesantren Lahir Indonesia
- Pemprov dan DPRD Jatim Setujui 2 Raperda Strategis
Tidak hanya itu, gubernur juga mengatakan bahwa ketika BPKP mengambil peran pengawasan sejak di ranah perencanaan, bakal ada kebijakan yang lebih berdampak dan kemudian akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sebab, lanjut Khofifah, dalam rangka mewujudkan birokrasi tematik dan demokrasi yang berdampak, diperlukan kebijakan-kebijakan yang in line antara kebijakan di pusat dan daerah.
"Kami ingin ada kebersambungan lebih signifikan kebijakan yang lebih nyekrup dengan tantangan nasional dan tantangan global, yang harus kita hadapi bersama," ujarnya.

Oleh sebab itu, ia mengusulkan agar BPKP bisa melakukan pengawasan mulai dari tahapan perencanaan pembangunan baik di pusat maupun daerah, sehingga memberikan dampak yang sangat signifikan karena secara langsung BPKP mengetahui dan memahami kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang saling terhubung mulai pusat sampai desa.
Khofifah menyebut, musrenbang baik nasional maupun daerah diikuti dengan proses pembahasan pada desk-desk yang didalamnya telah dilakukan regroupping sesuai bidang. Seperti infrastruktur, perekonomian, perlindungan sosial dan sebagainya.
"Jadi kalau misalnya ada pengawasan di sisi perencanaan saya rasa di masing-masing desk itu timnya diperkuat dan diperbanyak Insya Allah akan lebih signifikan," tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




