Warga Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik, saat memblokade Jalan KH Syafi'i. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga dari Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik, beramai-ramai demo dengan memblokade atau menutup akses dengan portal yang membentang di Jalan KH. Syafi'i, Rabu (5/4/2023) malam.
Mereka marah lantaran proyek pemasangan pipa air minum membuat akses menyempit dan memakan korban jiwa. Bahkan, hampir separuh badan jalan digunakan untuk penanaman pipa dan tidak ada perbaikan setelah pembangunan usai.
BACA JUGA:
- Hadiri Groundbreaking Nitrate Complex, Bupati: Gresik Kian Kokoh Jadi Magnet Investasi Nasional
- DPRD Gresik Belum Bahas Relokasi 43 PKL Kali Avoor
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- PT PON Salurkan Beasiswa Sekolah Kejar Paket B & C Lewat Program Pintas di Tlogopojok
Mereka menuntut tanggung jawab pihak pelaksana proyek penanaman pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan segera memperbaiki jalan akibat aktivitas galian. Sebelumnya, kecelakaan maut dialami korban Moh Farokhul Fuad (32).
Karyawan Mie Sedap tersebut tewas di lokasi kejadian gara-gara menghindari penyempitan jalan akibat proyek penanaman pipa SPAM. Ali Candi salah satu warga menyatakan bahwa, aksi blokade dilakukan sebagai bentuk protes warga yang meminta pertanggung jawaban atas perbaikan kerusakan jalan kepada PT Waskita Karya, selaku pelaksana proyek penanaman pipa SPAM Umbulan.
"Warga menuntut pihak PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek penanaman pipa SPAM Umbulan untuk segera memperbaiki kerusakan jalan yang mengakibatkan jalan sempit hingga memakan korban jiwa," ucap Ali Candi.
Ia menyebutkan, aksi blokade jalan akan berlangsung hingga pihak pelaksana proyek memenuhi tuntutan warga, yakni mendatangkan alat berat dan material untuk perbaikan jalan yang rusak bekas galian.
"Kalau perlu kita tutup sampai alat berat dan material untuk perbaikan didatangkan. Apalagi penyempitan jalan akibat adanya proyek ini sudah memakan korban," terangnya.
Sementara itu, perwakilan PT Waskita Karya Sholehuddin mengaku pihaknya mengalami kendala, dalam perbaikan aspal yang rusak akibat galian pipa SPAM Umbulan. Pasalnya peralatan produksi campuran beraspal panas atau Asphalt Mixing Plant (AMP) rusak di lokasi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




