Ketua DPRD Tuban, Mohammad Miyadi.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Ketua DPRD Tuban, Mohammad Miyadi memberikan kritik pedas terkait pelaksanaan tes perangkat desa yang masih banyak menyisakan berbagai persoalan.
Menurut Miyadi sapaan akrabnya, bahwa pelaksanaan tes perangkat desa pada Rabu (9/8/2023) kemarin, dinilai jauh dari harapan yang telah diinginkan.
BACA JUGA:
- DPRD Tuban Dorong Penguatan Gerakan Literasi, Soroti Minimnya Pemahaman Demokrasi Pelajar
- Jadi Pemateri di Unirow, Gaguk Sudarmo Ajak Pelajar Tuban Melek Demokrasi Sejak Bangku Sekolah
- Pemkab Tuban Raih WTP 11 Kali Beruntun, Ketua DPRD Minta Pemkab Pertahankan Tren Positif
- Pemkab Tuban Salurkan 42 Hewan Kurban, Dibagikan ke Kecamatan hingga Ormas
Pasalnya, Tim Unair selaku pembawa naskah tidak ada pengawalan dari pihak keamanan. Selain itu, lanjutnya, jeda kedatangan naskah soal dengan pengerjaan sangat jauh waktunya. Sehingga, pelaksanaan tes perangkat desa mengalami kemoloran.
"Bahkan kami dapat laporan selesainya sampai tengah malam hingga dini hari," ujar Miyadi, Jumat (11/8/2023).
Menurut Ketua DPC PKB tersebut, dalam berkas yang dibawa oleh Tim Unair tidak ada keterangan jumlah naskah yang ada di dalam amplop dan dimungkinkan pihak Uniar juga tidak mengetahui.
Selain itu, juga tidak adanya denah pembagian naskah soal, sehingga banyak peserta yang mendapatkan soal yang sama dengan peserta di sampingnya.
"Parahnya lagi tidak ada segel untuk menyegel amplop LJK atau Segel yang dipakai hanya lakban putih dan tidak ada tulisan apapun," bebernya.
Evaluasi berikut dari hasil tes perangkat desa yaitu tidak ada berita acara pengembalian LJK dan naskah soal setelah pelaksanaan ujian.
Naskah soal praktek semuanya sama dan sangat dimungkinkan peserta melihat jawaban peserta lain.
Disisi lain, koreksi menggunakan scanner terkesan pihak Unair belum siap. Padahal janjinya 30 menit bisa mengoreksi 100 LJK.
Namun, kenyataanya alat yang digunakan eror terus sehingga molor sampai 4 jam lebih.
Tak hanya itu, proses rekap yang dilaksanakan Unair juga sangat lama. Sehingga, proses scanner masih dibuktikan waktu 5 jam lebih untuk melihat hasilnya.
"Kami sudah menginstruksikan kepada Komisi 2 DPRD agar melakukan evaluasi bersama pihak eksekutif dan Tim Unair," tegasnya.(wan/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




