Gubernur Khofifah saat menerima kunjungan Istri PM Malaysia di Gedung PBNU, Jakarta.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah sebagai Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menerima kunjungan Istri Perdana Menteri Malaysia, Dato Seri Wan Azizah binti Wan Ismail, di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (5/9/2023). Dalam kunjungan tersebut, mereka membahas berbagai hal produktif.
Salah satunya terkait keberadaan Community Learning Centre (CLC). CLC merupakan pendidikan berbasis komunitas atau institusi pendidikan yang memberikan program pembelajaran alternatif kepada anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Forum Rais Syuriyah PCNU se-Jatim Sampaikan 5 Rekomendasi ke PBNU
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
"Alhamdulillah silaturahmi ini sangat produktif dan kami menyempatkan diri untuk berbincang mengenai berbagai program yang sudah dibangun antara Muslimat NU dengan pemerintah Malaysia. Kehadiran beliau sekaligus untuk mendapatkan informasi dan mengenal lebih dekat berbagai program Muslimat NU di Indonesia," urai Khofifah.
Ia mengatakan bahwa di antara 10 cabang istimewa Muslimat NU di dunia, salah satu yang paling aktif dan paling besar ada di Malaysia. Menurut dia, PCI Muslimat NU Malaysia terus mendukung dan berkontribusi dalam pengembangan program CLC ini.

Untuk itu, lanjut Khofifah, pertemuan ini sangat penting untuk memastikan hak-hak pendidikan anak-anak PMI terpenuhi, dan legalitas CLC diakui keabsahannya sesuai regulasi yang berlaku di Malaysia dengan penyesuaian kebutuhan anak anak pekerja migran Indonesia. Sebab, untuk bisa melanjutkan pendidikan di Indonesia, mereka harus tersertifikasi dengan ijazah yang diakui.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




