Gubernur Khofifah saat menerima kunjungan Istri PM Malaysia di Gedung PBNU, Jakarta.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah sebagai Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menerima kunjungan Istri Perdana Menteri Malaysia, Dato Seri Wan Azizah binti Wan Ismail, di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (5/9/2023). Dalam kunjungan tersebut, mereka membahas berbagai hal produktif.
Salah satunya terkait keberadaan Community Learning Centre (CLC). CLC merupakan pendidikan berbasis komunitas atau institusi pendidikan yang memberikan program pembelajaran alternatif kepada anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Nama Tunggal di SK, Rais Aam Putuskan Lokasi Munas-Konbes NU di Ponpes Alfalah Ploso Kediri
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
"Alhamdulillah silaturahmi ini sangat produktif dan kami menyempatkan diri untuk berbincang mengenai berbagai program yang sudah dibangun antara Muslimat NU dengan pemerintah Malaysia. Kehadiran beliau sekaligus untuk mendapatkan informasi dan mengenal lebih dekat berbagai program Muslimat NU di Indonesia," urai Khofifah.
Ia mengatakan bahwa di antara 10 cabang istimewa Muslimat NU di dunia, salah satu yang paling aktif dan paling besar ada di Malaysia. Menurut dia, PCI Muslimat NU Malaysia terus mendukung dan berkontribusi dalam pengembangan program CLC ini.

Untuk itu, lanjut Khofifah, pertemuan ini sangat penting untuk memastikan hak-hak pendidikan anak-anak PMI terpenuhi, dan legalitas CLC diakui keabsahannya sesuai regulasi yang berlaku di Malaysia dengan penyesuaian kebutuhan anak anak pekerja migran Indonesia. Sebab, untuk bisa melanjutkan pendidikan di Indonesia, mereka harus tersertifikasi dengan ijazah yang diakui.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




