Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat memberikan pemahaman kepada para mahasiswa baru Universitas Kadiri. Foto: Ist.
Pada bidang kewirausahaan dan inovasi contohnya bisa membuka usaha start-up, menggunakan teknologi sebagai solusi sosial dan lingkungan. Selain itu ada juga profesi yang baru muncul seperti user experience designer, spesialis dalam bidang keamanan dan privasi data, manajer tranformasi digital, dan lain sebagainnya.
Sementara Danu, salah mahasiswa baru prodi S1 manajemen bertanya tentang hal apa saja yang harus ada dan perlu ditingkatkan di lingkungan pendidikan agar mampu beradaptasi di era gempuran teknologi dan artificial intelligence (AI). Sebab, teknologi AI sudah terasa dampaknya, salah satunya menyebabkan manusia malas berpikir kritis dan ketergantungan.
Menanggapi hal tersebut Abu Bakar menegaskan tidak ada siapa pun yang bisa menolong kecuali diri sendiri. "Maka cari ilmu dan berjuang sendiri. Investasi terbaik itu ada di otak, karena tidak bisa dicuri oleh siapa pun. Untuk itu, perbanyak ilmu dan pelajari semua hal," pesannya.
"AI terkesan membuat malas belajar, anggapan itu salah, justru dengan AI mempermudah kita belajar untuk memperluas sudut pandang cara berpikir kita," jelasnya.
Turut hadir dalam acara ini Heru Marwanto Pembina Yayasan Pendidikan Sudanco Supriyadi Walisongo dan Civitas akademika Universitas Kadiri. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




