
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka meningkatkan kompetensi mengajar mahasiswa, Fakultas Tarbiyah (FT) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro menggelar "Pembekalan Asistensi Mengajar Tahun 2024".
Pembukaan program asistensi mengajar yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro, Dr. (Cand) H. Abdul Wahid ini dilaksanakan di Auditorium Hasyim Asy’ari Gedung Rektorat Lantai 3 Unugiri Bojonegoro, Sabtu (9/3/2024) lalu.
Peserta pembekalan adalah mahasiswa Fakultas Tarbiyah yang akan melaksanakan asistensi mengajar (AM) tahun 2024.
Asistensi mengajar merupakan wujud implementasi Kampus Merdeka di FT Unugiri Bojonegoro, dengan melakukan pembelajaran di luar dan di dalam perguruan tinggi.
Program asistensi mengajar di lingkungan FT Unugiri tahun 2024 merupakan program baru yang diterapkan pada tahun ini. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa prodi di lingkungan FT Unugiri dan dilaksanakan pada lembaga di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.
Dr. H. Ahmad Manshur, Dekan FT Unugiri, menyampaikan ada 376 mahasiswa yang akan melaksanakan asistensi mengajar pada 47 lembaga yang berada di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.
"Saya berharap kepada kalian yang melaksanakan asistensi mengajar memberikan kontribusi positif untuk lembaga tempat kalian melaksanakan asistensi mengajar," ucapnya.
Manshur juga menyatakan panitia telah berusaha maksimal menentukan 47 lembaga yang dipilih untuk kegiatan asistensi mengajar ini. Ia berpesan kepada mahasiswa agar ikhlas menjalani kegiatan supaya mendapatkan kemudahan.
"Mahasiswa harus ikhlas di mana pun nanti melaksanakan kegiatan asistensi mengajar. Yang ikhlas saya do’akan dimudahkan oleh Allah SWT," ujarnya.
Sementara Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro H. Abdul Wahid menyampaikan bahwa asistensi mengajar ini merupakan kegiatan lanjutan yang dapat memberikan pengalaman faktual tentang proses pembelajaran dan kegiatan administrasi di suatu lembaga sebagai bekal untuk menjadi tenaga pendidik yang profesional.
"Program asistensi mengajar ini merupakan kegiatan setelah micro teaching atau pengajaran di kelas untuk melatih mental menjadi ustadz dan ustadzah yang profesional," jelasnya.
H. Abdul Wahid menuturkan betapa pentingnya akhlak bagi seseorang ketika berinteraksi dengan sesama, sehingga tolok ukur mulianya seseorang di sisi Allah dilihat dari akhlaknya.
"Di mana pun tempat mahasiswa melaksanakan asistensi mengajar kalau disertai dengan akhlakul karimah insya Allah berjalan dengan baik," tuturnya.
Abdul Wahid menegaskan bahwa guru merupakan salah satu profesi yang istimewa dan mulia. Karena itu, ia meminta mahasiswa fakultas tarbiyah tidak minder untuk menjadi seorang guru.
"Sebab profesi yang istimewa itu adalah guru, dan jaminannya kelak sebagai penduduk surga," terangnya.
"Dengan bacaan bismillahirrahmanirrahim, kegiatan pembekalan asistensi mengajar Fakultas Tarbiyah Unugiri saya buka," pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut kepala prodi fakultas tarbiyah, dosen, staf, serta tamu undangan lainnya.