Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, saat meninjau kondisi hewan ternak.
Untuk memutus mata rantai kasus PMK, Pemprov Jatim telah melakukan beberapa langkah strategis. Adhy menegaskan, pihaknya tak menutup akses lalu lintas distribusi atau penjualan hewan ternak antardaerah, serta tidak melarang keberadaan pasar hewan, namun tetap dalam pengawasan ketat.
"Tidak ada (penyekatan), kebijakannya supaya ekonomi tetap berjalan," ujarnya.

Agar distribusi hewan ternak untuk konsumsi tetap berjalan sebagaimana mestinya, Pemprov Jatim menerapkan tiga langkah strategis, yakni dilakukan pengobatan bagi hewan ternak yang terjangkit PMK, pemeriksaan kesehatan hewan ternak sebelum dijual, dan vaksinasi.
"Kita lakukan pengobatan, kemudian lintasan kita periksa, dan juga menggunakan vaksinasi. Kita percepat vaksinasi, yang sudah kita laksanakan, ditambah tahun ini," kata Adhy.
Disnak Jatim menerima laporan sebanyak 6.072 kasus PMK dalam dua bulan terakhir, yakni November-Desember 2024. Dari jumlah itu, sebanyak 282 ekor dilaporkan mati. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






