Mugianto, Ketua Komisi II DPRD Trenggalek.
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Realisasi pendapatan daerah pada APBD Trenggalek tahun 2024 gagal mencapai target. Dari Rp293 miliar yang ditargetkan, pendapatan daerah hanya terealisasi Rp281 miliar atau 95,37 persen.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto, berdasarkan hasil pembahasan dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) Trenggalek.
BACA JUGA:
- DPRD Trenggalek Siap Teruskan Aspirasi 4 Tuntutan Guru PAUD Nonformal
- RDP Komisi IV DPRD Trenggalek Tampung Aspirasi PPG Prajabatan soal Prioritas Calon Tenaga Guru
- Ratusan Anggota Koperasi Madani Datangi DPRD Trenggalek, Tuntut Audit dan Pengembalian Dana
- DPRD Trenggalek Soroti Kisruh Tambang PT Djawani di Ngentrong: Diduga Ada Komitmen Tak Dipenuhi
"Realisasi pendapatan tahun 2024 kemarin ternyata di Trenggalek tidak tercapai seratus persen," kata Mugianto usai memimpin rapat Komisi II di lantai II Gedung DPRD Trenggalek, Kamis (6/3/2025).
Ia mengungkapkan, pendapatan yang tidak tercapai ini berasal dari lain-lain pendapatan yang sah. Sementara pendapatan lainnya telah mencapai target yang ditentukan.
Mugianto merinci, target pendapatan yang tidak tercapai ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Dari target Rp140 miliar yang dibebankan, RSUD hanya mampu merealisasikan pendapatan di angka Rp128 miliar.
Selain itu, Komisi II juga mempertanyakan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Bakeuda untuk menyikapi adanya refocusing atau penyesuaian anggaran untuk tahun ini.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




