BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Kecelakaan Terjamin Lewat Koordinasi dengan Jasa Raharja

BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Kecelakaan Terjamin Lewat Koordinasi dengan Jasa Raharja Petugas dari BPJS Kesehatan saat melayani salah satu pasien.

BANGSAONLINE.com Kesehatan terus berupaya meningkatkan mutu dan akses layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (), termasuk dalam kasus kecelakaan lalu lintas. Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018, PT Jasa Raharja (Persero) berperan sebagai penjamin pertama, sementara Kesehatan menjadi penjamin kedua dalam skema pembiayaan.

Kepala Kesehatan Cabang Malang, Yudhi Wahyu Cahyono, menegaskan bahwa sistem koordinasi manfaat telah diterapkan secara regulatif untuk memastikan masyarakat menerima perlindungan optimal. 

Ia menjelaskan, Kesehatan menanggung biaya kecelakaan lalu lintas tunggal maupun kecelakaan ganda yang melampaui plafon jaminan Jasa Raharja.

“Laporan kepolisian menjadi dasar penentu status kecelakaan. Ini menentukan apakah kecelakaan tersebut termasuk tunggal atau ganda, yang berpengaruh pada skema penjaminan,” ujarnya pada Jumat (25/7/2025).

Jasa Raharja menanggung biaya hingga maksimal Rp20 juta, sedangkan Kesehatan meng-cover kelebihan biaya apabila melebihi plafon tersebut. 

Integrasi sistem antara kedua lembaga kini berjalan secara real-time, menggantikan metode manual yang memakan waktu lebih lama.

“Korban perlu melengkapi dokumen seperti laporan polisi dan surat dari Jasa Raharja. Yang terpenting juga adalah status keaktifan peserta ,” kata Yudhi.

Salah satu peserta , Karminik (51), membagikan pengalaman pribadinya saat mengalami kecelakaan tunggal di depan rumah. Ia bersyukur karena mendapat layanan kesehatan penuh tanpa mengeluarkan biaya selama tujuh hari rawat inap.

“Saya tidak membayar sedikitpun, fasilitas yang saya terima sama bagusnya seperti pasien lain. Ini jadi pelajaran penting untuk selalu aktif sebagai peserta ,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk tertib membayar iuran dan memahami prosedur agar jaminan kesehatan dapat dirasakan secara optimal. Menurutnya, adalah bentuk investasi untuk perlindungan di masa tak terduga.

“Kita tidak berharap sakit, tapi penting untuk berjaga-jaga. Kesehatan benar-benar hadir untuk membantu saat kita paling membutuhkan,” tuturnya. (rom)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO