Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat menyerahkan beasiswa dari Baznas. Foto: Ist
Total, ada 1.140 siswa menerima dukungan langsung dari zakat yang dikelola Baznas Gresik. Untuk jenjang perguruan tinggi, sebanyak 145 mahasiswa juga menerima beasiswa, terdiri dari 82 mahasiswa asal Gresik yang kuliah di dalam daerah dan 63 mahasiswa yang kuliah di luar daerah.
Di sektor ekonomi, Baznas Gresik menyalurkan bantuan berupa alat kerja dan rombong untuk pelaku usaha kecil. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup mustahik melalui program ekonomi produktif, dengan total nilai mencapai Rp763 juta.
Sementara itu, bantuan dari Baznas Jatim mencakup perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp100 juta dan program peternakan sebesar Rp75 juta.
Adapun Baznas RI menyalurkan bantuan khusus ke wilayah selatan Gresik, berupa program Microfinance berbasis desa dan masjid, balai ternak, Baznas Auto, hingga Z-Mart. Total bantuan dari Baznas RI mencapai Rp1,86 miliar.
Ketua Baznas Gresik, M. Mujib, menyampaikan bahwa seluruh pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) dilakukan secara transparan berbasis digital. Aplikasi yang dikembangkan Baznas Pusat memungkinkan kontrol langsung dari pusat hingga ke daerah.
“Ini bagian dari komitmen kami. Karena itu, selama empat tahun berturut-turut, Baznas Gresik mendapat penghargaan dari Baznas RI,” ujarnya.
Bantuan yang diberikan Baznas mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satu penerima, Nurhayati Rosdiana, mahasiswi Institut Al-Azhar Menganti, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan UKT sebesar Rp1,5 juta per semester.
“Ini sangat membantu, tapi masih banyak teman saya yang belum dapat. Semoga penerimanya bisa ditambah,” akunya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Pimpinan Baznas RI, Kolonel (Purn) Nur Chamdani; Wakil Ketua III Baznas Jatim, Muhammad Zakki; dan Sekdakab Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






