Para petugas Bandara Notohadinegoro.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pemkab Jember terus menunjukkan komitmennya dalam mengaktifkan kembali operasional Bandara Notohadinegoro. Bandara tersebut dijadwalkan akan diresmikan secara simbolis (soft launching) bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa reaktivasi bandara merupakan bagian dari strategi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui peningkatan konektivitas langsung dengan Jakarta.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jember, Gatot Triyono, menyampaikan bahwa berbagai persiapan tengah dilakukan menjelang peresmian. Ia memastikan, seluruh fasilitas dan infrastruktur bandara sedang dievaluasi secara menyeluruh untuk mendukung kelancaran operasional.
"Persiapannya berjalan sesuai rencana. Semua sarana dan prasarana sedang kami evaluasi untuk memastikan kesiapan menjelang soft launching," ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Gatot juga mengungkapkan bahwa beberapa catatan dari Otoritas Bandar Udara Wilayah III, seperti kondisi rumput yang terlalu tinggi di sekitar landasan pacu, telah ditindaklanjuti.
"Temuan-temuan itu langsung kami tangani, termasuk perbaikan area runway, agar saat peresmian nanti tidak ada hambatan," kata Gatot.
Saat ini, tingkat kesiapan bandara telah mencapai sekitar 80 persen. Proses verifikasi final (verfal) masih ditunggu sebelum penerbangan komersial resmi dimulai.
"Soft launching akan segera dilaksanakan, dan penerbangan komersial ditargetkan mulai beroperasi di akhir bulan Agustus ini," ucap Gatot.
Dalam proses persiapan, Pemkab Jember mendapat dukungan dari Bandara Trunojoyo di Sumenep yang saat ini tidak aktif.
Dukungan tersebut mencakup bantuan tenaga profesional, termasuk tim pemadam kebakaran bersertifikat, untuk memastikan aspek keselamatan dan kelayakan operasional terpenuhi.
"Kami terbantu dengan adanya personel dari Trunojoyo, khususnya petugas damkar bersertifikat, agar semua aspek keselamatan dapat terpenuhi dengan baik," ungkap Gatot.
Untuk tahap awal, Bandara Notohadinegoro akan melayani penerbangan menggunakan pesawat jenis ATR 72-500 berkapasitas 70 penumpang. (nga/yud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




