Kepala Kantor Perwakilan BI Kediri, Yayat Cadarajat saat memberi paparan. (Ist).
Digitalisasi pembayaran juga semakin meluas melalui peningkatan penggunaan QRIS dan transaksi non-tunai.
“Bank Indonesia Kediri memprakirakan kinerja ekonomi Jawa Timur pada 2026 akan tetap terjaga pada kisaran 4,8–5,6% (yoy), didukung peningkatan keyakinan konsumen, perbaikan ekspor, akselerasi investasi, serta stimulus pemerintah. Inflasi 2026 juga diperkirakan tetap berada dalam sasaran,” terangnya.
Yayat menegaskan perlunya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong transformasi ekonomi daerah.
Fokus kolaborasi mencakup penguatan investasi daerah, pengembangan industri dan UMKM, percepatan digitalisasi pembayaran, penguatan ekosistem keuangan daerah, serta optimalisasi peran TPID dalam pengendalian inflasi.
Sebagai bagian dari kegiatan, BI Kediri menghadirkan pembicara Merry Riana dengan materi “Mindful for Business: Kunci Inovasi dan Kreativitas” untuk memperkaya wawasan pelaku usaha menghadapi tantangan ekonomi era digital.
Yayat juga menyampaikan apresiasi kepada para mitra penyedia data dan informasi. Sejumlah responden terbaik menerima penghargaan, di antaranya PT INKA sebagai Mitra Liaison Industri Pengolahan Terbaik; CV Mulia Group untuk kategori pertanian; CV Morodadi Sejahtera untuk perdagangan, hotel, dan restoran; PT Globalindo Furniture untuk Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU); CV Adi Wahana untuk Survei Penjualan Eceran (SPE); UD Sulis Jaya untuk Survei PIHPS; dan UD Yuyun untuk Survei Pemantauan Harga (SPH).
“Bank Indonesia berharap kerja sama yang kuat dapat terus terjalin guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkesinambungan, dan berdaya saing,” harap Yayat Cadarajat. (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






