VP Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik, Rama Yusron Harbiansyah (empat dari kiri) bersama Kadisnaker Zainul Arifin saat membuka pelatihan operator forklift kelas 2. foto: ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Petrokimia Gresik berkomitmen mendukung Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang andal di sektor industri melalui program (Generasi Andalan Gresik Ahli dan Handal (Gagah).
Kali ini, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia merealisasikan kegiatan pelatihan dan sertifikasi operator forklift kelas 2 yang diikuti masyarakat sekitar perusahaan.
BACA JUGA:
- Petrokimia Gresik Raih Top Platinum Trophy di CSR Awards 2026
- Pemkab Gresik Raih WTP ke-11 Berturut-turut, BPK Soroti Pentingnya Tata Kelola Bersih
- Bupati Gresik Tekankan Integritas Pengadaan Barang dan Jasa
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
Acara dibuka oleh Vice President (VP) Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik, Rama Yusron Harbiansyah, mewakili Direktur Utama, Daconi Khotob.
Daconi menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik dikenal sebagai kota industri. Ia menilai pertumbuhan sektor ini ke depan bisa semakin pesat, apalagi sejak Pemerintah Pusat menetapkan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau kawasan industri terintegrasi di Kecamatan Manyar. Karena itu, kebutuhan tenaga kerja andal dan bersertifikat di Gresik nantinya akan semakin besar.
"Percepatan industrialisasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi masyarakat lokal, agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu berperan aktif dan bersaing," ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Lebih lanjut, Daconi menjelaskan program Gagah selaras dengan berkembangnya kawasan industri dan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja tersertifikasi di Kabupaten Gresik.
Tahun ini terdapat 17 peserta dari 8 kelurahan/desa ring I serta perwakilan masyarakat Gresik yang mengikuti program Gagah berupa pelatihan dan sertifikasi operator forklift kelas 2.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




