Pemprov Jatim dan Komdigi Kolaborasi untuk Cetak 20 Ribu Talenta Digital

Pemprov Jatim dan Komdigi Kolaborasi untuk Cetak 20 Ribu Talenta Digital Penandatangan Adendum Nota Kesepakatan antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dan Pemprov Jatim. Foto: Devi Fitri/BANGSAONLINE

“Bapak Presiden sudah menandatangani aturan penundaan akses akun anak hingga usia 16 tahun. Insyaallah implementasinya dalam beberapa bulan ke depan karena sedang disiapkan pola pengukuran dan aturan turunannya,” jelas Meutya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mendukung implementasi tersebut, salah satunya melalui pengaturan penggunaan gawai di sekolah agar PP Tunas dapat berjalan lebih efektif.

Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa telah lebih dulu memulai penguatan talenta digital berbasis AI melalui program Talent , yang menyasar murid, aparatur sipil negara (ASN), hingga perangkat daerah.

“Insyaallah, yang memiliki Talent secara AI, mulai dari murid-murid hingga seluruh PNS, hanya yang sudah melakukan itu,” ujar Khofifah.

Khofifah juga mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim telah memanfaatkan AI dalam berbagai layanan publik, termasuk pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Upaya digitalisasi tersebut mengantarkan meraih sejumlah penghargaan nasional.

Pada tahun 2025, meraih penghargaan terbaik Implementasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) untuk wilayah Jawa, yang diserahkan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia dan dihadiri Presiden RI. Selain itu, juga meraih penghargaan program unggulan terbaik kategori peningkatan layanan pajak kendaraan bermotor.

Tak hanya itu, Provinsi juga meraih peringkat pertama kategori provinsi pada Indeks Satu Data Indonesia yang dirilis Bappenas per 31 Desember 2025, serta predikat indeks pelayanan publik terbaik nasional dari Kementerian PAN-RB.

“Digital ekosistem ini menguatkan layanan publik dan berdampak langsung pada efisiensi serta employability. Tingkat pengangguran saat ini terendah secara nasional,” tegas Khofifah.

Ia menambahkan, digitalisasi juga mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) serta efisiensi layanan di berbagai sektor, termasuk di Rumah Sakit dr. Soetomo sebagai rumah sakit terbesar di Indonesia.

“Manfaat dari digital ekosistem ini sudah kami rasakan, bahkan sebelum mendapatkan sentuhan dari program talenta digital Komdigi. sudah siap menjadi co-creator, bukan hanya pengguna,” pungkasnya. (dev/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video ' Harga Sembako di Jawa Timur Meningkat Drastis Mulai Desember 2025':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO