Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai penandatanganan 51 prasasti. (Ist)
Melalui program ini, lanjut gubernur, sekolah tidak sekadar menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kemandirian ketahanan pangan sesuai arahan presiden dan wapres.
Berbagai komunitas yang dikembangkan antara lain sayuran seperti cabai, tomat, terong mentimun, kangkung, buah-buahan jambu, pepaya dan pisang. Termasuk tanaman seperti jagung dan ketela serta ada kegiatan peternakan dan perikanan yang cukup berkembang sangat luar biasa di Kabupaten Gresik dan Lamongan.
"Program kontekstual yang nyambung dengan mata pelajaran masing-masing sekolah diharapkan bisa mengembangkan objek pembelajaran secara luas dan juga tentu outing class," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Kadindik Jatim), Aries Agung Paewai menyampaikan rehabilitasi dan revitalisasi bagian dari upaya berkelanjutan pemprov Jatim yang diharapkan di tahun 2026 tetap dilakukan dengan efisiensi yang ada di masing-masing wilayah termasuk Jatim telah disambut baik pemerintah dengan adanya penambahan revitalisasi di seluruh wilayah termasuk Lamongan dan Gresik.
"Dukungan Ibu Gubernur kami optimis pendidikan Jawa Timur terus berkembang melahirkan generasi emas yang unggul, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan," ungkap Aries.
"Kami juga ucapkan terima kasih Ibu Gubernur telah menandatangani prasasti seluruh sekolah revitalisasi dan rehabilitasi yang tadi kita saksikan bersama di wilayah Lamongan dan Gresik sehingga meningkatkan kualitas pengembangan bidang pendidikan," tambahnya.
Aries menyebut, berdasarkan data pelaksanaan program revitalisasi dan rehabilitasi di wilayah Lamongan dan Gresik total 51 satuan pendidikan yang mendapatkan program pembangunan dengan total anggaran Rp69.704.570.000.
Rinciannya, Kabupaten Lamongan program revitalisasi dilaksanakan di 32 satuan pendidikan terdiri dari SMA 19 sekolah dengan anggaran Rp19,36 miliar, SMK 13 sekolah dengan anggaran Rp22,13 miliar, SLB 1 sekolah dengan anggaran Rp796 juta.
"Total anggaran khusus untuk Lamongan Rp42,29 miliar," katanya.
Sedangkan Kabupaten Gresik program revitalisasi dilaksanakan 19 satuan pendidikan terdiri dari SMA 10 sekolah dengan anggaran Rp8,6 miliar, SMK 9 sekolah dengan anggaran Rp19,33 miliar dengan total anggaran Rp27,4 miliar.
"Program ini menjadi bagian dari langkah nyata pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan kualitas pendidikan yang layak dan merata di berbagai seluruh wilayah yang ada di Jawa Timur khususnya Lamongan dan Gresik," tuturnya.
Berbagai bentuk pekerjaan yang dilaksanakan dalam program revitalisasi dan rehabilitasi di antaranya, ruang kelas, laboratorium komputer dan laboratorium IPA, ruang administrasi dan perpustakaan, toilet dan fasilitas sanitasi sekolah, pembangunan ruang kelas baru, ruang laboratorium, ruang BK, ruang UKS, ruang OSIS, ruang praktek siswa yang diperuntukkan bagi SMK khususnya teknik kendaraan ringan, teknik sepeda motor, agribisnis tanaman pangan dan hortikultura serta desain komunikasi visual, bisnis digital.
"Peningkatan fasilitas dapat memperkuat kualitas pembelajaran khususnya di SMK yang membutuhkan sarana prasarana yang modern dan lengkap sesuai dengan kebutuhan dunia industri," tutupnya. (dev/msn)















