Saat Ramadhan Membongkar Ilusi Kekuasaan Manusia

Saat Ramadhan Membongkar Ilusi Kekuasaan Manusia A. Faiz Yunus, M.Si.

Oleh: A. Faiz Yunus, M.Si.

Ramadhan selalu datang membawa pesan yang sama. Mengingatkan manusia bahwa hidup bukan tentang mempertahankan kenikmatan dunia, melainkan tentang menjaga kesadaran sebagai hamba. Di bulan inilah manusia diajak kembali menimbang hakikat dirinya bahwa apa pun yang dimiliki hari ini sejatinya hanyalah titipan yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Hukum Pergiliran dalam Kehidupan

Al-Qur'an memberikan peringatan yang sangat jelas tentang realitas ini. Allah SWT berfirman:

إِن یَمۡسَسۡكُمۡ قَرۡحࣱ فَقَدۡ مَسَّ ٱلۡقَوۡمَ قَرۡحࣱ مِّثۡلُهُۥۚ وَتِلۡكَ ٱلۡأَیَّامُ نُدَاوِلُهَا بَیۡنَ ٱلنَّاسِ وَلِیَعۡلَمَ ٱللَّهُ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَیَتَّخِذَ مِنكُمۡ شُهَدَاۤءَۗ وَٱللَّهُ لَا یُحِبُّ ٱلظَّـٰلِمِینَ

"Jika kamu mendapat luka, maka sesungguhnya kaum itu pun mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia, agar Allah mengetahui siapa yang beriman dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya sebagai syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim."

(QS. Ali Imran: 140)

Ayat ini menegaskan bahwa kehidupan dunia berjalan dalam hukum pergiliran. Tidak ada kekuatan yang abadi, tidak ada kejayaan yang selamanya berada di satu tangan. Allah SWT menegaskan:

وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ

"...hari-hari itu Kami pergilirkan di antara manusia..."

Namun manusia sering lupa pada hakikat ini. Ketika berada di puncak, ia merasa seolah semua itu adalah hasil dari kecerdasan dan kerja kerasnya semata. Jabatan dianggap sebagai bukti keberhasilan, dipahami sebagai legitimasi keunggulan, dan pengaruh dipandang sebagai tanda kemuliaan.

Padahal Al-Qur'an mengingatkan bahwa semua itu tidak lebih dari ujian.

Kekuasaan sebagai Amanah, Bukan Tujuan

Kekuasaan bukanlah tujuan hidup seorang mukmin. Ia hanyalah amanah yang suatu saat akan lepas dari genggaman. Banyak manusia yang mampu bersabar dalam kesulitan, tetapi gagal menjaga diri ketika diberi kelapangan. Banyak yang kuat menahan penderitaan, tetapi goyah ketika berhadapan dengan .

Karena itu Allah SWT melanjutkan firman-Nya:

وَلِيَعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِينَ آمَنُوا

"...agar Allah menampakkan siapa yang benar-benar beriman..."

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Semua Penonton Bioskop Disalami, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (18)':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO