Hilal dan Matahari: Mengapa Syariat Membedakan Rukyat dan Hisab?

Hilal dan Matahari: Mengapa Syariat Membedakan Rukyat dan Hisab? Shofiyullah Muzammil

Menariknya, para ulama klasik telah lebih dahulu memahami perbedaan ini. Dalam mazhab Syafi’i, yang dianut mayoritas Muslim Indonesia, rukyat tetap menjadi dasar penentuan awal bulan. Imam An-Nawawi menegaskan bahwa hisab tidak dijadikan sandaran bagi masyarakat umum dalam hal ini. Namun pada saat yang sama, para ulama tidak mempermasalahkan penggunaan hisab untuk waktu shalat karena sifatnya yang pasti dan berulang.

Dengan kata lain, ini bukan soal menolak sains atau mempertahankan tradisi, melainkan soal menempatkan keduanya sesuai konteks. Hilal berada dalam wilayah yang menuntut kehati-hatian berbasis observasi, sementara berada dalam wilayah yang membuka ruang bagi kepastian matematis.

Dari sudut pandang maqashid syariah, pendekatan ini justru menunjukkan keseimbangan. Rukyat menjaga dimensi spiritual dan keterhubungan umat dengan sunnah Nabi. Sementara hisab menjaga ketertiban dan kepastian dalam ibadah harian. Yang satu menguatkan rasa kebersamaan dalam momen-momen besar umat, yang lain memastikan ritme ibadah berjalan konsisten setiap hari.

Maka, alih-alih melihat perbedaan ini sebagai problem, kita bisa memaknainya sebagai desain yang matang. Islam tidak memaksakan satu pendekatan untuk semua hal, tetapi membedakan berdasarkan karakter objek dan tujuan hukumnya.

Di tengah dunia yang semakin mengagungkan kepastian angka, rukyat mengingatkan bahwa tidak semua hal harus direduksi menjadi rumus. Dan di tengah praktik ibadah yang membutuhkan ketepatan waktu, hisab menunjukkan bahwa agama tidak alergi terhadap presisi ilmiah.

Di situlah keduanya bertemu—bukan sebagai dua kutub yang saling menegasikan, melainkan sebagai dua cara membaca langit yang sama, dengan hikmah yang berbeda.

Wallahu a’lam

*Penulis adalah Guru Besar Filsafat Hukum Islam UIN Sunan Kalijaga, Pengasuh Pesantren Mahasiswa PPM AL-ASHFA Yogyakarta dan Ketua Presidium Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE).  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO