SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.
Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret.
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
Khofifah menyebut akses terhadap air bersih tidak hanya menjadi kebutuhan dasar.
Akses air bersih juga berkaitan erat dengan upaya mewujudkan kesetaraan gender.
Dalam berbagai kondisi, perempuan dan anak perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak ketika akses air terbatas.
“Hari Air Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran bahwa air bersih adalah hak asasi manusia. Ketika akses air tersedia secara adil, maka kesempatan untuk hidup sehat, produktif, dan setara juga akan semakin terbuka, khususnya bagi perempuan,” ujar Khofifah.
Pernyataan tersebut sejalan dengan tema global tahun ini, yakni “Water and Gender - Where Water Flows, Equality Grows”.
Khofifah menegaskan tantangan krisis air secara global masih sangat besar.
Saat ini sekitar 2,2 miliar penduduk dunia hidup di wilayah yang mengalami kekurangan air. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 3,6 miliar pada 2025.
“Krisis air tidak hanya berdampak pada ketersediaan air minum, tetapi juga berpengaruh terhadap sektor pangan. Produksi pangan dapat menurun, harga pangan meningkat, hingga memicu kerawanan pangan dan kemiskinan, terutama bagi masyarakat rentan,” tegasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




