GRESIK, BANGSAONLINE.com – Datangnya angin puting beliung di beberapa daerah yang berakibat rumah rusak, bahkan ambruk, dan pohon tumbang, membuat BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pemkab Gresik, waspada.
BPBD meminta kepada semua masyarakat Kabupaten Gresik agar waspada angin puting beliung pada musim panca roba. "Saat ini musim pancaroba, atau peralihan musim panas ke musim hujan, karena itu potensi angin kencang sangat tinggi," kata kepala Pelaksana BPBD Pemkab Gresik, Abu Hasan, Jumat (20/11).
BACA JUGA:
- Dilanda Banjir Rob, Pemdes Banyutami Minta Dibangunkan Dam
- 66 Rumah Warga Ujungpangkah Rusak, Bupati Gresik Beri Bantuan Korban Terdampak Angin Kencang
- Pemprov Jatim Tuntaskan Perbaikan Fasum Terdampak Gempa Bumi di Pulau Bawean
- Korban Gempa Bumi di Pulau Bawean Gresik Keluhkan Bantuan, Apa yang Terjadi?
Menurut Abu Hasan, musim pancaroba memunculkan awan kolumbus yang berpotensi hujan lebat. Namun, hujannya tidak berlansung lama, alias sesaat. Tapi, model hujan seperti ini sangat berbahaya.
Sebab, hujan dengan model seperti itu kerap diikuti dengan terjadinya angin kencang dan puting beliung beserta petir yang menggelegar. "Angin puting beliung tersebut kalau menerjang permukiman sangat bahaya. Bisa memporak-porandakan perumahan," jelas Hasan.
Untuk itu, BPBD, kata Hasan sudah melayangkan himbauan kepada semua warga masyarakat di Kabupaten Gresik agar selalu waspada. Kalau ada tanda-tanda seperti itu warga harus tanggap. "Kalau angin puting beliung menerjang rumah, penghuninya harus keluar," pinta Hasan.
Di Kabupaten Gresik kalau sudah musim pancaroba kerap terjadi angin puting beliung yang memporak-porandakan rumah warga.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




