Musim Pancaroba, Warga Gresik Diimbau Waspadai Puting Beliung

Musim Pancaroba, Warga Gresik Diimbau Waspadai Puting Beliung Warga Pacuh Balongpanggang melihat rumahnya yang disapu puting beliung tahun lalu. (foto: syuhud/BANGSAONLINE)

Seperti yang terjadi pada tahun 2013, lalu, tepatnya Rabu (27/2), petang. Angin puting beliung menghajar Kecamatan Balongpanggang. Akibatnya, 63 rumah warga Desa Pacuh Kecamatan Balongpanggang porak-poranda. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material yang diderita warga ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Dusun Pacuh, Siswanto mengatakan, pada saat hujan deras melanda Desa Pacuh, tiba-tiba angin puting beliung menerjang sekitar pukul 18.30 WIB. Angin bergerak cepat dan berputar-putar itu memporak-porandakan puluhan rumah warga. Terutama, rumah warga yang berada di sekitar areal persawahan.

"Warga saat kejadian berada di dalam rumah, karena saat itu hujan deras. Tahu ada puting beliung menerjang, warga langsung semburat keluar rumah," katanya.

Akibat terjangan puting beliung, lanjut Siswanto, sedikitnya di Desa Pacuh ada 63 rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan kebanyakan terjadi pada atap rumah warga. Selain itu, ada 2 kandang ayam yang rusak parah dan roboh rata dengan tanah. Beruntung saat kejadian tidak ada ayam ternak, karena sudah dipanen pemiliknya.

"Meski banyak rumah yang rusak, namun Alhamdulillah tidak ada warga kami yang menjadi korban," tuturnya.

Angin puting beliung tersebut mengakibatkan warga Pacuh mengalami kerugian sangat besar. Sementara kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 200 juta. (hud/rev)

Sumber: Harian Bangsa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO