Mensos ketika meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Kedung Cowek, Surabaya.
“Tak hanya berdampak pada pendidikan, proyek ini juga memberi efek ekonomi signifikan. Hingga saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat telah menyerap lebih dari 60 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia,” paparnya.
Program ini merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto agar setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu Sekolah Rakyat permanen.
“Lebih dari sekadar sekolah, Sekolah Rakyat dirancang sebagai instrumen pengentasan kemiskinan. Berbeda dengan sekolah umum, sistem penerimaan siswa tidak melalui pendaftaran, melainkan penjangkauan langsung kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu, termasuk mereka yang putus sekolah atau berisiko putus sekolah,” kata Gus Ipul.
Sejak berjalan pada 14 Juli 2025, program ini menampung hampir 16 ribu siswa. Tahun ini ditargetkan lebih dari 46 ribu siswa, dengan ambisi jangka panjang mencapai 400 ribu siswa pada 2030.
“Kalau ada 500 gedung, kapasitasnya bisa lebih dari 500 ribu siswa. Ini bagian nyata dari upaya memutus rantai kemiskinan,” ucap Gus Ipul. (ari/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




