Gus Miftah. Foto: instagram
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Muncul rilis kepada para wartawan atau media bahwa Gus Miftah mengikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) di Hotel Aston Cirebon Jawa Barat pada 13 – 17 Mei 2026. BANGSAONLINE juga mendapat kiriman rilis tersebut.
Gus Miftah tidak sendirian. Beberapa Gus juga mengikuti proses pengkaderan NU yang sejatinya lebih banyak bersifat administratif. Mereka, antara lain, Gus Yusuf Chudori yang belum lama berselang mengundurkan diri dari ketua DPW PKB Jawa Tengah.
BACA JUGA:
Juga tampak Gus Ipang Wahid, putra KH Shalahuddin Wahid (Gus Sholah), KH Imam Jazuli, pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon dan para Gus lainnya.
Namun yang menjadi sorotan publik adalah Gus Miftah. Terutama dari para kiai dan kader NU.
“Karena tiba-tiba dia ingin masuk struktur PBNU. Padahal proses pengkaderannya tak jelas,” ujar Sudarsono Rahman, SH, mantan Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur.

Gus Miftah foto bersama KH Imam Jazuli dan Gus Chudori dalam acara PMKNU di Hotel Aston Cirebon. Foto: dok. panitia.
Menurut Cak Dar – panggilan akrab Sudarsono Rahman – semua pengurus NU harus berproses. Tidak ujug-ujug.
“Apalagi status Gus-nya juga tak jelas,” ujar Cak Dar yang juga Wakil Ketua Umum Barisan Kader Gus Dur yang popular dengan Barikade Gus Dur dalam Podcast BANGSAONLINE yang dipandu M. Mas'ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.
Dr Suhermanto Ja'far, dosen UIN Sunan Ampel Surabaya juga berpendapat sama. Menurut dia, Gus yang tak jelas track trecordnya harus tahu diri.
"Pengurus NU atau PBNU hasil Muktamar NU mendatang harus orang-orang yang punya integritas," ujar Herman Guevara - panggilan akrab Suhermanto Ja'far - dalam Podcast BANGSAONLINE tersebut.
Aktivis PMII Jawa Timur itu meningatkan bahwa NU jangan dibuat main-main politik.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




