Sapi kurban yang disalurkan oleh kader PKB, Anggota DPR RI Dapil Lumajang - Jember, Rivqy Abdul Halim ke masyarakat dan pesantren
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur memaknai Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dengan menyalurkan ribuan hewan kurban ke pesantren dan masyarakat di berbagai daerah di Jawa Timur.
Sekretaris DPW PKB Jawa Timur, Multazamudz Dzikri, mengatakan momentum Iduladha tahun ini dijadikan sarana mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menguatkan ikatan dengan pesantren.
BACA JUGA:
“Iduladha tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kami meminta kader PKB di Jawa Timur untuk menyalurkan sapi atau kambing kurban ke pesantren-pesantren,” ujar Multazamudz Dzikri dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).
Tercatat, sebanyak 1.055 hewan kurban disalurkan oleh kader dan pengurus PKB di tingkat kabupaten/kota. Jumlah tersebut terdiri dari 571 ekor sapi dan 484 ekor kambing.
Penyaluran dilakukan secara gotong royong ke berbagai pesantren dan masyarakat yang membutuhkan di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Menurut pria yang akrab disapa Azam itu, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi pusat lahirnya nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan perjuangan rakyat Indonesia sejak sebelum kemerdekaan.
“Mari kita jadikan momentum Iduladha ini untuk kembali ke pesantren. Cikal bakal berdirinya negeri ini tidak lepas dari tangan dingin pesantren,” tuturnya.
Anggota DPRD Jawa Timur tersebut menegaskan hubungan Nahdlatul Ulama dan pesantren merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Karena itu, menjaga dan memperkuat pesantren dinilai sama dengan merawat tradisi keislaman dan kebangsaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Indonesia.
“Selain itu, dawuh para kiai, pesantren itu NU kecil, sedangkan NU adalah pesantren besar. Pesantren dan NU tidak bisa dipisahkan. Menguatkan pesantren sama halnya dengan membesarkan NU,” ujarnya.
Azam menambahkan, semangat berkurban seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Berkurban mengajarkan kita untuk melunturkan ego pribadi. Berjuang di partai politik juga harus diniatkan untuk masyarakat, bukan sekadar kepentingan diri sendiri,” pungkasnya. (mdr/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




