Sejumlah warga mencoba pendataan di Perlinsos Digital. Foto: Hms
"Jadi kepada warga Kota Surabaya, kita bulan Juni sama Juli ini pre-launching terkait dengan uji coba Digitalisasi Perlinsos. Dan nanti pelaksanaannya, insyaallah Agustus sama September," ungkap Eddy.
Eddy juga menuturkan, Perlinsos Digital membuka kesempatan bagi warga yang merasa layak menerima bantuan sosial namun belum masuk dalam basis data untuk melakukan pendaftaran secara mandiri. Karena itu, keakuratan data menjadi faktor penting dalam proses penentuan kelayakan penerima bantuan.
"Makanya nanti kepada warga yang merasa tadi exclusion error yang merasa yang seharusnya saya itu berhak tapi tidak masuk data bansos, silakan nanti mendaftarkan secara mandiri," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menjelaskan, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menggunakan 35 variabel. Data tersebut terintegrasi dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk menentukan kelayakan penerima bantuan sosial.
"Karena data ini adalah data tunggal, dilakukan survei menggunakan 35 variabel. Sehingga bagaimanapun juga masyarakat itu untuk menyampaikan informasi yang sebenar-benarnya," kata Antiek.
Selain itu, Antiek juga mengingatkan masyarakat agar tidak menerima titipan aset. Seperti misalnya kendaraan atau rumah atas nama pribadi karena dapat memengaruhi hasil verifikasi dalam sistem.
"Karena ada kejadian mereka memang tidak mampu, tetapi mereka ketika di data ada mobilnya, ada asetnya, karena itu atas nama, titipan. Nah, ini salah satu faktor variabel bisa menggugurkan (penerima bansos)," ujarnya.
Pada sisi lain, Antiek juga mengimbau warga untuk segera melaporkan perubahan data keluarga, termasuk apabila ada anggota keluarga yang meninggal dunia. Pembaruan data tersebut penting untuk menjaga akurasi data penerima perlindungan sosial.
"Karena itu juga menjadi bagian yang penting. Karena nanti di dalam dokumen (kependudukan) itu kalau dia meninggal (keluarganya) tidak mengurus akta kematian, maka itu di dalam sistem akan berjalan," pungkasnya. (ari/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




