LONDON, BANGSAONLINE.com - Satu keluarga Muslim Inggris dihadang naik ke atas pesawatnya menuju Los Angeles oleh otoritas AS di Bandara Gatwick, London. Sikap tersebut sebagai reaksi berlebihan terhadap ancaman terorisme.
Pihak berwenang US Department of Homeland tidak memberikan penjelasan mengapa AS menolak keluarga yang terdiri dari 11 orang naik ke pesawat. Padahal, mereka mengantongi otorisasi perjalanan sebelum mereka naik ke penerbangan pada 15 Desember lalu.
BACA JUGA:
- Komentar Sejumlah Pemimpin Dunia Usai AS Bombardir Tiga Titik Pusat Nuklir Iran
- Destinasi Wisata Terpopuler di Jepang: Panduan Lengkap untuk Liburan Anda
- Mengapa Jupiter Punya Cincin, Sedangkan Bumi Tidak? Ini Penjelasannya
- Ratusan Wisudawan Universitas Harvard Walk Out, Protes 13 Mahasiswa Tak Lulus karena Bela Palestina
Politisi senior Inggris mulai menyelidiki perkara ini, memperingati naiknya angka Muslim Inggris yang ditolak masuk ke AS tanpa diberi alasan.
Perwakilan PM David Cameron berjanji akan memeriksa perkara ini. Penolakan masuknya keluarga Muslim Inggris merupakan efek dari penembakan San Bernardino yang dilakukan oleh sepasang suami istri Muslim.
Ditambah lagi komentar dari calon bakal Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump yang melarang Muslim masuk ke AS.
Keluarga ini berencana mengunjungi sepupu mereka di Kalifornia dan berlibur ke Disneyland serta Universal Studios. Tapi mereka ditolak masuk AS oleh pihak berwenang saat masih di kawasan keberangkatan bandara.
Mohammad Tariq Mahmood, salah satu angota keluarga yang ditolak terbang. Dia hendak pergi dengan kakak dan sembilan anaknya. Mahmood mengatakan tidak ada pihak yang memberi alasan mengapa mereka ditolak, tapi ia berpikir sangat jelas alasannya mengapa.






