?Anggota Pemadam Kebakaran cukup sulit memadamkan api, karena posisinya di lantai 17, yang cukup tinggi. foto:rusmiyanto/BANGSAONLINE
Bagus mempertanyakan, asap sudah begitu tebalnya, namun pemadam api otomatis (springcel) yang berada di atas plafon lantai 17 tidak bekerja untuk menyemprot air.
Petugas PMK pun dengan cepat datang ke lokasi. Langkah awal yang dilakukan ialah memecah kaca lantai 17 berukuran 60x80 cm agar asap keluar dan titik api bisa diketahui.
Kepala Dinas PMK Surabaya, Chandra Oratmangun mengatakan saat ini masih belum diketahui ada korban jiwa apa tidak, yang jelas kami masih melakukan pemadaman. "Saat ini lift sudah dimatikan, dan secara otomatis kendala kita adalah kita harus menaikin tangga darurat ke lantai 17 secara manual," tutur Chandra Oratmangun.
Dugaan sementara, api berasal dari korselting listrik karena salah satu panel mengalami kelebihan beban. Sedangkan untuk pemadam otomatis (spingcel) yang tidak berfungsi masih belum ada keterangan resmi dari pihak Managemen BRI Tower atau Dinas PMK Surabaya.
Kebakaran itu sendiri menarik perhatian pengguna jalan Basuki Rahmad yang siang itu sangat padat. Lebih-lebih ketika ratusan karyawan di Plaza BRI juga bergerombol. Bahkan sebagianpengendara tidak percaya kalai Plaza BRI terbakar, mereka tidak melihat ada asap dan hanya melihat kaca yang pecah. Satlantas Polrestabes Surabaya dan petugas dari Polsek Genteng turun ke jalan untuk mengatur arus lalu lintas disekitar yang mengalami kemacetan.
Kerugian kebakaran yang melanda kantor Telkomsel di lantai 17 Gedung Plaza BRI Tower Jalan Basuki Rahmad Surabaya, belum diinventarisir. Manager Corporate Communication Telkomsel Area Jawa Bali, Edwin Nugroho, membenarkan jika ada asap tebal di lantai 17. Namun penyebabnya tidak diketahui lantaran tidak ada pengerjaan atau perbaikan apapun di lantai 17.
"Kami semua turun melalui tangga darurat. Karena ada asap dan lampu di lantai 17 sudah mati. Entah penyebabnya dari mana, karena di lantai 17 tidak ada pengerjaan atau perbaikan apapun," kata Edwin Nugroho saat dihubungi Senin (28/4/2014).
Dia menjelaskan, tidak ada karyawan yang pingsan atau lemas selama dievakuasi melalui tangga darurat. Dan kondisi aman sekitar pukul 14.00 WIB. "Sebanyak 5 damkar dan 1 ambulans dari PMI berada di lokasi. Tadi jam 2 siang semua sudah aman," tambah Edwin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






