foto: nurqomar/ BANGSAONLINE
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Lamongan yang dibangun dengan anggaran Rp 14,3 miliar, di kompleks perkantoran Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) sudah mengalami kerusakan di beberapa bagian. Bahkan, plafon atau atap gedung di ruang C sudah jebol. "Ya, plafonnya (atap) sudah jebol. Selain itu banyak dinding yang sudah pecah-pecah," ujar salah satu petugas kebersihan yang enggan dikutip namanya, Kamis (25/2).
Dikatakan petugas tersebut, padahal BLK tersebut baru diresmikan Bupati Lamongan Fadeli pada Rabu,(29/7) tahun lalu. "Nilai bangunan miliaran rupiah kok, baru setahun sudah banyak yang rusak," ujarnya sembari meminta rekanan yang hasil pembangunanya tidak baik tidak usah diberi pekerjaan lagi.
BACA JUGA:
- Penyidikan Berlanjut, KPK Dalami Aliran Uang Proyek Gedung Pemkab Lamongan
- Usai Periksa 29 Saksi, Tim Penyidik KPK Tinggalkan Gedung Pemkab Lamongan
- Eks Ajudan Bupati Turut Diperiksa KPK pada Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
- Ini 12 Pejabat dan Kontraktor yang Telah Diperiksa KPK dalam Dugaan Korupsi Gedung Pemkab Lamongan
Pantauan BANGSAONLINE, BLK tersebut terdiri 8 lokal ruang pelatihan, 2 lokal ruang pertemuan, 24 kamar penginapan dan perlengkapan, yang dibangun dengan dana sebesar Rp 7,95 miliar dari APBD 2015. Ditambah untuk sarpras lainnya mencapai Rp 14,3 miliar hingga total Rp 22,69 miliar.
Bukan hanya gedung utama dan bengkel pelatihan, BLK yang dibangun dua lantai itu juga dilengkapi fasilitas gedung asrama tersendiri. Karena itulah, BLK ini sangat representatif untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja Lamongan yang kompeten sehingga mampu bersaing di dunia kerja.
BLK itu dibangun sebagai upaya pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di bidang ketenagakerjaan. Dengan harapan, tenaga kerja di Lamongan bakal memiliki kompetensi dan mampu bersaing, dan angka pengangguran dapat ditekan.
Gedung BLK dibangun di areal seluas 5.283,6 meter persegi. Selain itu, BLK ini juga dilengkapi empat unit gedung bengkel berbeda yang dilengkapi ruang praktik. Yaitu bengkel untuk pelatihan kejuruan, bengkel listrik dan AC, bengkel latihan dan pertukangan serta bengkel otomotif.
Hingga berita ini ditulis, M. Kamil Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) belum bisa dikonfirmasi, begitu juga Khusnul selaku PPTK proyek BLK tersebut ketika dikonfirmasi ke kantornya tidak ada di tempat. Oleh anak buahnya dikatakan bahwa bosnya tersebut sedang ada tugas ke Batam. "Bapak tidak ada,lagi dinas ke Batam," ujarnya. (qom/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




