Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). foto: rakisa/ BANGSAONLINE
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Suhu politik di Ibu Kota kian memanas, khususnya antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik dari Partai Gerindra. Taufik menuding Ahok terus berulah dengan memanfaatkan kekuasaanya dengan meminta KTP kepada ribuan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) DKI.
Taufik mengklaim mendapatkan laporan tersebut dari masyarakat. Ribuan petugas PPSU itu, diminta untuk mengumpulkan KTP demi melanggengkan kekuasaan Ahok.
BACA JUGA:
- Politikus PKS Suswono Dianggap Hina Nabi, Yenny Wahid: Rasulullah Bukan Pengangguran
- Cawe-Cawe Jokowi Jilid II, Disebut Jegal Anies dalam Pilgub DKI 2024
- Kehilangan 9 Kursi DPRD DKI Gegara Musuhi Anies, PDIP Bakal Dukung Anies dalam Pilgub DKI?
- Politikus PDI Perjuangan Ungkap Alasan Ahok Layak Maju di Pilgub Sumut 2024
"Dia (Ahok) memanfaatkan PPSU kumpulkan KTP, ini jelas nggak boleh. Kan dia dibayar sama pemerintah," kata Taufik di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Selasa (15/3) kemarin.
Meski begitu, Taufik tidak akan mengumbar bukti adanya upaya pengumpulan KTP yang dilakukan pihak Ahok dari petugas PPSU.
Menanggapi tudingan Taufik, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama mengaku justru Wakil Ketua DPR DKI Muhammad Taufik yang mengada-ada bahkan terus memfitnah.
"Taufik itu bisanya ngomong ngarang dia. Dia itu terus ngincar saya, fitnah saya. Sekarang saya tanya sama kamu, kalau emang Ahok maksa ngumpulin KTP petugas kebersihan buat dukung saya, habislah saya. Musuh saya di DKI ini banyak, wajar kalau terus mencari kesalahan," tegas Ahok dengan gaya khasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (16/3) sore.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




