BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Mengiringi Batik Festival, Banyuwangi menggelar lomba mencantik batik di Taman Blambangan, Kamis (6/10). Uniknya, lomba ini diikuti ratusan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD). Ratusan siswa SD se-Banyuwangi memadati sisi barat Taman Blambangan, taman hijau cantik di tengah kota Gandrung itu. Bak seorang profesional, ratusan siswa yang duduk di kelas 2-6 SD tersebut berhati-hati menggoreskan canting dan membentuk motif batik pada selembar kain putih. Sesekali, mereka juga terlihat tengah meniup canting berisi malam di tangan mereka.
Seperti yang dilakukan Frio Setyawan. Siswa SDN 1 Kampung Anyar Glagah ini terlihat lihai memainkan cantingnya. Meski dia laki-laki, dia tak kalah luwes dengan para perempuan dalam menorehkan lilin di atas motif Sekar Jagad Blambangan.
BACA JUGA:
- Remaja yang Dilaporkan Hilang di Puncak Ijen, Ternyata Ditinggal Temannya
- Gagal Nyalip Truk, Motor yang Dikemudikan Ibu di Banyuwangi Alami Laka hingga Tewaskan 1 Anak
- Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Bendungan Sungai Baru Banyuwangi
- Heboh Kambing Lahir Bermata Satu di Banyuwangi, Ini Penjelasan Ilmiahnya
“Saya memang suka gambar. Ini juga diajarin sama guru barusan saja. Susah-susah gampang sih,” ujar Frio. Frio memang terlihat lebih mahir dibanding teman lainnya. Di saat siswa lain saat awal lomba sibuk mencanting nama masing-masing, beda dengan Frio yang langsung mencanting motif yang disediakan panitia. “Namanya terakhir saja, itu gampang,” katanya dengan tegas.
Vera Putri, peserta lainnya juga terlihat sangat menikmati lomba ini. Dia dengan lancar dan rapi menarik garis-garis dan pola di atas kainnya. “Gampang kok, sudah latihan. Di rumah juga biasa melihat ibu membatik, kadang juga ikut-ikutan,” kata pelajar kelas 2 dari SDN 2 Tampo, Cluring itu.
Dia merasa antusias mengikuti lomba lantaran ibu Vera adalah seorang pembatik. Vera bahkan juga berangan-angan menjadi pembatik seperti ibunya. Lomba mencanting ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Para peserta tampak bersemangat dan serius menarik garis sesuai pola-pola yang ada dalam secarik kain yang telah disediakan panitia. Mereka harus menyelesaikan mencanting motif batik Sekar Jagad Blambangan tersebut dalam waktu 2 jam.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo, mengatakan lomba ini sebagai upaya untuk melestarikan batik yang merupakan salah satu kearifan lokal Bumi Blambangan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




