Ketua SP FSPMI Zaenal Arifin didampingi Wakilnya Ali Rifa'i. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
BERITA TERKAIT:
- Manajemen PT Smelting Mangkir, Hearing Terkait PHK 309 Karyawan Batal
- Komisi D DPRD Gresik akan Selidiki Prosedur PHK 309 Karyawan PT. Smelting
- Ini Alasan 309 Karyawan PT Smelting Gresik Mogok Kerja hingga Berujung PHK
- Disnakertrans: DPRD dan Bupati Tidak akan Bisa Selesaikan Masalah PHK Karyawan PT Smelting
Hal ini diamini Wakil Ketua SP FSPMI PT. Smelting, Ali Rifai. Kata dia, untuk memelajari dan memahami mesin produksi di PT. Smelting membutuhkan waktu lama. Bahkan beberapa karyawan yang diutus ke Jepang untuk belajar mengoperasikan mesin ternyata belum maksimal.
"Masih butuh waktu 1 tahun untuk memahaminya," katanya.
Ali mengungkapkan, sejak 309 karyawan PT. Smelting mogok kerja pada 26 Januari lalu, 2 kapal berisikan konsentrat yang masing-masing berisikan 26 ribu ton kiriman dari PT. Freeport Indonesia tidak bisa bongkar untuk produksi.
"Sehingga, barang tersebut masih berada di kapal. Lalu berapa kerugian yang diderita Smelting per harinya, karena kapal itu sewa dan harus bayar," terangnya.
"Mogoknya 309 karyawan itu juga berdampak 1 kapal berisikan konsentrat di PT. Freeport Indonesia yang belum bisa dikirim ke PT. Smelting," pungkasnya
Sayang, pihak manajemen PT. Smelting belum bisa dikonfirmasi terkait rencana beroperasinya pabrik 1 Maret menadatang. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




