FSPMI: Pabrik Smelting Bisa Meledak Jika Dioperasikan yang Bukan Ahlinya

FSPMI: Pabrik Smelting Bisa Meledak Jika Dioperasikan yang Bukan Ahlinya Ketua SP FSPMI Zaenal Arifin didampingi Wakilnya Ali Rifa'i. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

BERITA TERKAIT:

Hal ini diamini Wakil Ketua SP FSPMI PT. Smelting, Ali Rifai. Kata dia, untuk memelajari dan memahami mesin produksi di PT. Smelting membutuhkan waktu lama. Bahkan beberapa karyawan yang diutus ke Jepang untuk belajar mengoperasikan mesin ternyata belum maksimal.

"Masih butuh waktu 1 tahun untuk memahaminya," katanya.

Ali mengungkapkan, sejak 309 karyawan PT. Smelting mogok kerja pada 26 Januari lalu, 2 kapal berisikan konsentrat yang masing-masing berisikan 26 ribu ton kiriman dari PT. Freeport Indonesia tidak bisa bongkar untuk produksi.

"Sehingga, barang tersebut masih berada di kapal. Lalu berapa kerugian yang diderita Smelting per harinya, karena kapal itu sewa dan harus bayar," terangnya.

"Mogoknya 309 karyawan itu juga berdampak 1 kapal berisikan konsentrat di PT. Freeport Indonesia yang belum bisa dikirim ke PT. Smelting," pungkasnya

Sayang, pihak manajemen PT. Smelting belum bisa dikonfirmasi terkait rencana beroperasinya pabrik 1 Maret menadatang. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO