Mata air umbulan
"Yang pasti kita berharap pembangunan pipa distribusi bisa segera selesai pada akhir 2017 ini, sehingga kita dapat menikmati keuntungannya," tegas politisi asal Partai Gerindra ini.
Sementara itu, Wakil ketua DPRD Jatim, Kusnadi menegaskan DPRD Jatim menunda penyertaan modal untuk proyek Umbulan, karena kondisi keuangan di Jatim yang tidak memungkinkan. ”Kita berharap, penyertaan modal tidak selalu diambilkan dari APBD,” katanya.
Sebab, kondisi keuangan daerah saat ini masih belum stabil. Selain itu, banyak kebutuhan yang harus didanai oleh APBD. ”Karena itu, kita beharap ada skenario lain soal pendanaan,” imbuh Kusnadi.
Menurut politisi senior PDI Perjuangan itu, ada sejumlah metode yang ditawarkan dewan. Salah satunya adalah BUMD mengajukan pinjaman permodalan ke pihak ketiga bersama pemprov selaku pemilik saham terbesar.
”Dari situ, pemerintah lalu menerbitkan surat berharga untuk dijual di pasar modal,” terang politisi berlatar akademisi itu.
Selain dianggap tidak membebani APBD, metode ini juga baik untuk masa depan BUMD. Sebab, ke depan seluruh BUMD bakal mengalami seleksi alam. Di mana, hanya BUMD yang sehat bisa terus eksis. ”Tidak seperti saat ini. Banyak BUMD yang kondisinya tidak layak,” tandas Kusnadi. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




