Warga Desa Tambak Kecamatan Omben saat demo kantor Pemkab Sampang, kemarin.
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Tidak terima kandidatnya tidak lolos seleksi Calon Kepala Desa (Cakades), puluhan warga dari Desa Tambak, Kecamatan Omben, kemarin (27/3) malam sekitar pukul 18.00 WIB mendemo kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, walaupun kantor Pemkab sudah tutup.
Kedatangan mereka untuk memprotes penetapan bakal calon kepala desa di Desa Tambak, yang dinilai tidak transparan. Sebab, dari 7 nama bakal Cakades yang ikut seleksi, hanya 5 Cakades yang lolos memenuhi persyaratan.
BACA JUGA:
- Demonstrasi Desak Bupati Sampang Gelar Pilkades Diwarnai Aksi Bakar Keranda dan Blokade Jalan
- 4 Tahun Pilkades Sampang Ditunda, Ribuan Warga Demo Kantor Kecamatan Banyuates, ini Tuntutannya
- Jadwal Pilkades Serentak di Sampang Belum Pasti, ini Penyebabnya
- Sudah Disiapkan Anggaran Rp23 M, Jadwal Pilkades di Sampang Terganjal Regulasi
“Kenapa dua nama bakal Cakades tidak diloloskan, padahal sudah memenuhi syarat dan aturan,” ucap salah seorang pendemo di depan halaman Pemkab.
Mereka pun meminta Tim seleksi Pemkab Sampang transparan mengungkap alasan dicoretnya dua cakades. Mereka juga meminta keputusan penetapan bakal cakades pada 16 Mei 2017 mendatang, dua calon yang digugurkan tersebut ditetapkan menjadi calon kepala desa.
“Kami akan datang lagi, walaupun malam hari agar penetapan bakal Cakades transparan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sampang yang menemui pendemo dari Desa Tambak meminta agar warga bersabar dan menghormati semua proses yang dilaksanakan.
"Mohon kepada warga, harap tenang dan sabar, silakan pulang dulu. Hari Rabu (29/3) silakan dialog dengan tim untuk mencari jalan keluarnya," pinta Fadhilah. (hri/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






