“Tanpa peran orang tua, kalian tidak mungkin berada di sini. Karena itu, jangan pernah melupakan jasa orang tua. Kalian harus ringankan beban orang tua yang membutuhkan uluran tangan kalian,” sambung wali kota alumnus ITS ini.
Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Supomo menuturkan, ada sebelas anak Surabaya yang ikut diwisuda dalam wisuda taruna AKTP tersebut. Beberapa dari mereka merupakan hasil seleksi Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya yang sebelumnya melakukan seleksi di beberapa sekolah di Surabaya, kemudian bekerja sama dengan berbagai instansi. Di antaranya dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) dan ATKP
“Kami akan terus berupaya untuk memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak berprestasi di Surabaya yang berasal dari keluarga kurang mampu. Untuk tahun ini kami masih menunggu formasi dari PT GMF,” ujar Supomo.
Suasana haru terlihat ketika selesai upacara wisuda ketika para orang tua menemui putra-putrinya. Beberapa dari mereka terlihat sesenggukan tanda haru sekaligus bangga setelah anaknya diwisuda.
Salah satu anak Surabaya yang diikut diwisuda adalah Candra Sugio yang berasal dari Gadukan Utara, Kecamatan Morokrembangan. Dari sekian puluh anak yang diwisuda, Candra paling semringah. Terlebih, oleh wali kota, ia disemati jaket berwarna hijau dengan logo Persebaya. Candra memang seorang bonek--pendukung Persebaya. “Rasanya senang dan bangga. Terlebih bisa membahagiakan orang tua,” ujarnya.
Candra nengatakan, dirinya merupakan alumnus SMKN 5 Surabaya jurusan Teknik Permesinan. Dia kemudian mengikuti tes seleksi yang diselenggarakan Dinsos Surabaya untuk program bantuan beasiswa. Setelah diterima, dia kemudian masuk di ATKP. Sejak masuk Juli 2016 lalu, dia mengaku mendapatkan banyak wawasan. Tidak hanya terkait jurusannya di basic aircraft structure. Tetapi juga pendidikan sikap dan karakter dari para pengasuh di ATKP Surabaya.
“Setelah wisuda ini, saya sudah tanda tangan kontrak untuk ditempatkan di Cengkareng,” ujarnya. (yul/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




