Wabup Tuban, Noor Nahar Husein. foto: SUWANDI/ BANGSAONLINE
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban akan kembali melanjutkan bantuan sapi untuk desa-desa, setelah sebelumnya program yang disebut desa model ini sempat berhenti karena dinilai tidak efektif.
''Warga yang kita berikan sapi atau kambing dijual begitu saja, karena pengawasannya kurang,'' kata Wabup Tuban, Noor Nahar, Kamis (15/6).
BACA JUGA:
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
- Mangkrak Sejak 2021 Karena Tak Sesuai Standar MA, Nasib Gedung Baru PN Tuban Belum Jelas
- Antisipasi Lonjakan Harga, Pemkab Tuban Perketat Pengawasan Bahan Pokok
- Pemkab Tuban Siapkan Rekrutmen Berbasi Talenta untuk Isi 8 Kursi OPD yang Masih Kosong
Untuk itu, ia mengungkapkan, agar program ini ke depannya efektif untuk mengentaskan kemiskinan, Pemkab bakal menggandeng Pemerintahan Desa (Pemdes).
"Kurang berhasilnya program tersebut disebabkan beberapa faktor. Salah satunya karena program yang menghabiskan dana Rp 1,5 miliar tersebut bersifat top down atau dari atas. Sedangkan, pengawasan desa terhadap warga miskin yang mendapatkan program tersebut kurang maksimal," terangnya.
Dengan menggandeng Pemdes, Wabup yakin program Desa Model ini akan berhasil. Sebab, saat ini Desa mendapatkan kucuran Dana Desa (DD) yang bisa dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat atau pengentasan kemiskinan.
"Jika hanya mengandalkan dana dari kabupaten saja kurang maksimal. Makanya harus ada sharing antara Pemkab dengan Pemdes agar pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban ini cepat teratasi," pungkas wabup. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




