Petani kerek saat memanen bawang merah.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Tekstur tanah yang tadah hujan dan kondisi georafis Kabupaten Tuban membuat petani harus pintar-pintar menentukan komoditi apa yang akan ditanam saat musim kemarau tiba.
Petani Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, misalnya, memilih menanam bawang merah sejak memasuki musim kemarau.
BACA JUGA:
- Harga Pupuk Subsidi Turun, Ketua DPRD Tuban Minta Kios dan PPTS Pasang Daftar Harga
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Kepala DKPPP Tuban Minta Semua PPTS/Kios Patuhi HET Terbaru
- Peduli Tani Hutan Sekitar Perusahaan, SIG Pabrik Tuban Serahkan Bantuan Sumur Bor
- PLTU Tuban Siap Serap Limbah Hasil Pertanian Jagung untuk Bahan Baku Biomassa Co-Firing
Junaedi, salah seorang petani di desa Margorejo mengatakan bahwa penanaman bawang merah merupakan hal baru bagi petani di Desanya. "Meski dikatakan baru belajar, tapi hasilnya sudah menguntungkan bagi petani. Kami sudah panen enam kali, hasilnya berlipat dari tanaman yang seperti biasanya," katanya kepada Bangsaonline.com, Jum'at (8/09).
"Kami harap pemkab Tuban juga memperhatikan para petani di sini, termasuk PT Semen Indonesia yang pabriknya berdekatan dengan desa kami," ujar Junaedi.
Terkait keberadaan petani bawang merah di Desa Margorejo, Murtadji, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban enggan berkomentar saat dikonfirmasi. "Besok senin saja mas," katanya singkat. (tbn1/wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






