Khofifah-Emil Jembatan Komunikasi Jokowi dan SBY

Khofifah-Emil Jembatan Komunikasi Jokowi dan SBY Airlangga Pribadi Kusman, PhD, Pengamat politik Unair.

Airlangga menganggap hal itu justru positif karena akan membantu proses komunikasi di tingkat elite dan membawa pada stabilitas politik yang lebih baik. Dengan memahami pilgub secara lebih tenang, hal ini justru akan lebih membantu penciptaan pilgub yang damai, bersih dan berkualitas.

"Bila komunikasi di tingkat elit baik, akan berdampak positif pada stabilitas politik di bawah. Saya kira sangat positif komunikasi antara Jokowi dan SBY," urai Doktor ilmu politik dari Murdoch University itu.

Airlangga mengungkapkan, sejatinya kontestasi politik dalam pilgub Jawa Timur tidak perlu ditanggapi dengan tensi tinggi, terutama dikalangan kekuatan politik di lingkaran istana. Mengingat bahwa baik pasangan GI-Anas maupun Khofifah-Emil keduanya adalah pasangan yang berangkat dari lingkaran koalisi-koalisi di internal kekuasaan. 

Apabila ditinjau dari logika tarikan kekuasaan nasional dan lokal hal ini berarti kekuatan politik presiden tidak akan rugi dengan naiknya kedua pasangan tersebut. 

"Jadi tidak perlu ada komentar lebay dan berlebihan terkait pengkhianatan pasangan kandidat terhadap presiden misalnya. Hal ini justru memperlihatkan kepanikan yang tidak perlu atau menurunnya confident salah satu kekuatan politik," pungkas CEO The Initiative Institute tersebut. (mdr)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO