PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mulai terasa dampaknya bagi masyarakat. Sejumlah desa mulai mengalami kekeringan.
Kepala BPBD Kabupaten Pamekasan Akhmalul Firdaus memperkirakan Pamekasan akan mengalami puncak kemarau pada akhir bulan Juli hingga Agustus.
BACA JUGA:
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
- Jelang Iduladha, PLN ULP Pamekasan Perkuat Jaringan demi Cegah Gangguan Listrik
Daerah yang terdampak kekeringan sepertinya tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya, namun pihaknya tetap melakukan inventarisir desa-desa yang terdampak kekeringan melalui camat masing-masing.
"Ada 310 dusun yang tersebar di 80 desa dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan, kecuali kecamatan kota dan galis yang tidak berpotensi terdampak kekeringan," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jum'at (13/07).
Pihaknya mengaku sudah melakukan persiapan sejak dini guna mengantisipasi dampak buruk dari kekeringan yang bakal melanda. Salah satunya dengan melakukan MoU dengan PDAM setempat.
"Pelaksanaan distribusi air bersih akan dilakukan pada minggu pertama bulan Agustus mendatang. Action-nya nanti di minggu pertama bulan Agustus sudah siap melaksanakan distribusi air bersih terhadap daerah yang terdampak kekeringan," pungkasnya. (err/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




