Usai pidato, Presiden Jokowi diacungi kartu kuning oleh Ketua BEM UI, Jumat, 2 Februari 2018.
Tidak sama dengan pandangan pemerhati pendidikan dan budi pekerti, apalagi moralis dan agamawan pemandu akhlaq mulia. Hal itu sungguh membuat dada sesak dan mengenaskan. Sudah seperti itukah gambaran moral seorang ketua BEM dari perguruan tinggi ternama di negeri ini?
Kalau sekadar sebagai pemberani, anak jalanan dan geng motor pasti lebih berani jika sekadar melakukan itu. Mahasiswa, mestinya berperilaku beda dan mengerti cara yang terbaik dan terpuji. Wasit sepakbola memberi kartu kuning tentu setelah memperhatikan aturan dan pelanggaran yang dilakukan. Dengan kearifannya, barulah wasit menjatuhkan hukuman. Lalu, si BEM tadi parameter apa?
Jika persoalannya adalah gizi buruk dan kesehatan anak suku Asmat Papua, maka mesti dilihat dulu dari berbagai sisi. Besaran dana, alokasi khusus, subsidi, pendistribusian, pengawasan, utamanya moral pejabat. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menyatakan ada dugaan kebocoran besar di sana.
Sebuah televisi swasta mensinyalemen, jika semua dana tersalur mulus, maka setiap orang suku pedalaman mendapat subsidi kira-kira Rp. 10.000.000.- per tahun. Jika ini benar, waw, dulur-dulur Papua sungguh paling dimanjakan dibanding semua warga NKRI. Persoalannya, apakah itu kelemahan pengawasan pemerintah kita?
Tim KPK pernah ke Jayapura hendak memeriksa Gubernur Papua dan jajarannya yang diduga melakukan tindak pidana korupsi besar-besaran. Sang gubernur melawan dan menyatakan perang. Koran setempat memuat itu. Apa yang terjadi? Rombongan KPK pilih segera pulang ke Jakarta daripada mati. Haruskah pemerintah bertindak tegas?
Tidak sesederhana itu persoalan di Papua. Itu mudah, tapi bisa dipastikan malah keruh. Justru itu yang ditunggu-tunggu oleh Organisasi Papua Merdeka. Kemudian mereka makin kuat menuntut referandum menuju merdeka. Efeknya, pihak asing, PBB, Australia punya alasan masuk, lalu mengintervensi. Pikirkan dan kembali ke pesan ayat, "..berbuat yang terbaik".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




