Minggu, 28 Februari 2021 00:48

​ABG Ini Perkosa Ibu Rumah Tangga 3 Kali, dan Paksa Oral Seks di Depan Putrinya

Senin, 15 Oktober 2018 22:22 WIB
Editor: choirul
​ABG Ini Perkosa Ibu Rumah Tangga 3 Kali, dan Paksa Oral Seks di Depan Putrinya
Lorenz Mekuli, memang terlihat bengal.... foto: mirror.co.uk

HAMILTON, BANGSAONLINE.com - Lorenz Mekuli, saat kejadian masih berusia 16 tahun, memperkosa ibu rumah tangga (23), sampai 3 kali. Ibu rumah tangga itu juga dipaksa untuk oral seks, di depan putri sang ibu rumah tangga yang masih berusia 7 tahun.

Diawali, dia memasuki rumah ibu rumah tangga yang namanya dirahasiakan, melalui jendela yang dibiarkan terbuka. Mekuli mencuri uang, lalu menuju ke kamar, di mana sang ibu rumah tangga tidur bersama putrinya berusia 7 tahun.

Dia lalu memukuli ibu rumah tangga itu, lalu memerkosanya sampai tiga kali. Dan itu semua dilihat oleh putri berusia 7 tahun itu. Usai puas memerkosa, dia menyuruh si ibu rumah tangga untuk membersihkan jendela, dengan harapan menghilangkan sidik jari Mekuli.

Mekuli yang tinggal di Hamilton di Pulau Utara Selandia Baru telah dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Dia muncul di Pengadilan Distrik Hamilton Jumat (12/10/2018) lalu, dengan tuduhan pemerkosaan, mengancam membunuh, pelecehan seksual, percobaan penculikan, perampokan dan penyerangan terhadap seorang anak.

Ibu rumah tangga kepada NZ Herald mengaku sangat kecewa atas hukuman kepada Mekuli, karena sulit baginya untuk menjalani kehidupan normal setelah peristiwa itu. "Dia hampir membunuhku dan dia hampir membunuh putriku. Saya masih tidak percaya bahwa itu terjadi di tempat saya sendiri. Bagaimana ini bisa terjadi di Selandia Baru?"

Dia memperkosa wanita itu tiga kali, meninju wajahnya dan memerintahkannya untuk melakukan seks oral sementara putrinya dipaksa untuk menonton.

Ibu rumah tangga berhasil melarikan diri ke rumah tetangga, dan Mekuli segera kabur. Polisi berhasil menangkap Mekuli, enam hari kemudian.

Pengadilan mendengar remaja itu menghisap sabu, dua hari sebelum kejadian. Hakim Louis Bidois mengatakan kepada pengadilan bahwa kehidupan korban telah 'dihancurkan total' .

Jaksa Louella Dunn mengatakan korban kehilangan kepercayaan diri dan berjuang untuk kembali normal. “Mekuli dituntut minimal 14 tahun penjara yang mengklaim bahwa masyarakat perlu dilindungi dari aksinya.”

Penasehat hukum Sacha Nepe meminta hukuman lebih rendah, karena Mekuli mengalami masa sulit yang melibatkan kekerasan dalam rumah tangga dan penggunaan narkoba.

Mekuli, yang tidak menunjukkan penyesalan atas korbannya, dijatuhi hukuman delapan tahun penjara karena hakim memberi potongan 35% jika Mekuli menyadari kesalahannya. 

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 27 Februari 2021 06:11 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Perdebatan Dahlan Iskan, wartawan kawakan, dengan Irwan Hidayat, pemilik pabrik jamu Sido Muncul ini menarik. Irwan Hidayat mengaku sukses karena hoki, bukan hasil kerja keras. Tapi Dahlan Iskan menolak, tak percaya...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...