PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Seorang wartawan online lokal di Pamekasan diduga dianiaya Ketua Pokmas saat sedang menjalankan tugasnya, tepatnya di Balai Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Jalaluddin Faisol (22), yang merupakan salah satu wartawan online mendapatkan kekerasan dan perampasan HP. Dugaan kekerasan tersebut terjadi saat dirinya hendak melakukan peliputan terkait dana hibah yang dikelola oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Plakpak.
BACA JUGA:
- Terekam CCTV, Polres Pamekasan Dalami Kasus Pencurian Gelang di Toko Emas
- Ratusan Motor Hasil Razia Balap Liar di Pamekasan Belum Diambil Pemiliknya
- Polsek Tamberu Pamekasan Bongkar Dugaan Penimbunan Solar Subsidi, 525 Liter Disita
- Pemilik Travel Umrah di Pamekasan Jadi Tersangka, Kerugian Jemaah Rp300 Juta
"Awalnya saya minta tolong kepada sekretaris desa dan beberapa perangkat desa untuk dipertemukan kepada ketua pokmas setempat. Setelah itu datang seseorang yang mengaku ketua pokmas dan langsung marah-marah serta leher saya dicekik. Dan juga sempat akan memukul saya menggunakan asbak rokok," ungkap Faisol, Selasa (08/01/2019).
Tak hanya itu, ia juga mengaku HP yang ia pegang juga dirampas oleh seseorang yang diketahui merupakan operator Desa Plakpak itu sendiri.
Sementara itu Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Hari Siswo Suwarno ketika dikonfirmasi oleh awak media, membenarkan adanya pelaporan saudara Faisol dari wartawan memoonline.co.id.
”Ya benar, tadi malam dia datang ke SPKT Polres Pamekasan untuk melaporkan atas dugaan penganiayaan yang menimpa dirinya,” jelasnya.
Kasat berjanji setiap perkara yang menyangkut tugasnya sebagai penegak hukum akan tetap diproses sesuai undang-undang yang ada. “Tetap ditindak lanjuti, nanti kita laksanakan lidik. Kalau cukup bukti akan kita tingkatkan ke penyidikan,” tegasnya. (err/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




