Kepala Rutan Klas IIB Sumenep, Beny Hidayat.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Tahanan Rutan Klas IIB Sumenep yang kabur pada bulan Januari lalu, sampai saat ini masih belum juga tertangkap. Padahal, pihak Rutan sebelumnya menyatakan sudah mengetahui tempat persembunyian Matrawi (37), salah satu tahanan yang kabur.
Kepala Rutan Klas IIB Sumenep, Beny Hidayat kepada awak media, mengaku sudah mengetahui keberadaan Matrawi (37), tahanan KDRT Warga Batuputih, yang kabur bersama dua orang tahanan lainnya. Namun, setiap hendak akan ditangkap, Matrawi selalu bisa lolos.
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
"Ada indikasi bahwa ada pihak yang melindungi. Ketika kami bergerak, dia selalu licin dan berhasil melarikan diri. Sampai saat ini kami dalam tahap pengejaran," katanya, Kamis, (28/3).
Beny mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri, serta tokoh masyarakat untuk upaya penangkapan tersebut. "Namun ketika sudah mengetahui lokasi persembunyian yang bersangkutan, dia selalu berhasil melarikan diri. Namun apapun situasinya, pasti akan terus kami kejar hingga kami berhasil menangkapnya,” ucapnya.
"Kita tunggu timingnya saja. Tetap kita berusaha tanpa diekspose ke masyarakat," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, pada awal Januari 2019 lalu, tiga orang tahanan Rutan Klas IIB ini kabur saat sedang melakukan Salat Subuh. Ada tiga tahanan yang berhasil kabur dengan cara memanjat pagar bagian belakang.
Dari tiga tahanan yang kabur, dua orang sudah berhasil diamankan kembali. Keduanya atas nama Hasan Basri warga Kecamatan Batang-batang dan Riyanto, remaja asal Kecamatan Batu Putih. (aln/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




